Berita Utama

Survive di Tengah Pademi Covid-19, Pemilik Cafe Ini Harus Rumahkan Karyawan Hingga Batasi Jam Buka

Survive di Tengah Pademi Covid-19, Pemilik Cafe Ini Harus Rumahkan Karyawan Hingga Batasi Jam Buka
Andre Wang

Bitung, Beritamanado.com – Nombok lagi, itulah kalimat yang keluar dari mulut Andre Wang usai jarinya mengutak-atik aplikasi kalkulator di ponsel pintar yang diletakkan di meja kasir.

Sambil meneguk kopi dari gelasya, pemilik Wang Caffee ini melirik ke deretan angka-angka tertera di layar ponselnya yang menunjukkan minus alias pemasukan tidak sebanding dengan biaya operasional.

Andre mengaku, usaha cafe yang diguluti kini mulai “dihajar” wabah virus corona atau covid-19 seperti usaha-usaha lainnya di Kota Bitung.

“Dari bulan Maret saya sudah nombok, namun dampak covid-19 sudah mulai saya rasakan akhir bulan Februari tapi masih belum seberapa. Tapi begitu masuk bulan Maret hingga kini, dampaknya ya nombok setiap bulan,” kata Andre ketika mengobrol dengan sejumlah Wartawan di Wang Caffee, Kamis (30/04/2020).

Akibatnya, kebijakan pahit seperti merumahkan karyawan harus diambilnya. Dari delapan karyawan, kini dirinya hanya mempekerjakan tiga orang saja itupun hanya bekerja dari pukul 10.00 Wita hingga Pukul 20.00 Wita.

“Saya juga terpaksa tidak buka hari Minggu padahal dulunya buka setiap hari dan jam operasional kadang tidak sampai pukul 20.00 Wita sudah tutup. Tergantung pengunjung,” katanya.

Soal omset dan pengunjung, pecinta kopi hitam ini mengaku harus kehilangan 70% akibat wabah covid-19.

“30% sisanya masih tertolong dengan pesanan online serta teman-teman Wartawan yang masih tetap rutin nongkrong disini setiap hari,” katanya sambil tertawa.

Namun omset 30% itu kata dia, tidak mampu menutupi biaya sewa tempat, gaji karyawan, listrik, air dan internet hingga harus nombok.

“Saya tidak tahu akan mampu bertahan sampai kapan, intinya saat ini tetap survive dan berharap wabah ini cepat berlalu,” katanya.

Tetap Buka dan Terapkan Sosial Distancing

Wang Caffee yag berlokasi di jalan protokol Kecamatan Madidir adalah salah satu UKM yang tetap memilih beroperasi di tengah anjuran pemerintah menerapkan sosial distancing di Kota Bitung.

Andre mengaku, beberapa kali didatangi Satpol PP Pemkot Bitung dengan tujuan meminta dirinya mengikuti anjuran pemerintah yakni sosial distancing dengan menutup cafe.

Namun pria yang ramah ini menyatakan menolak. Dengan alasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM telah menerbitkan surat edaran yang memberikan pengecualian terhadap UKP di tengah wabah covid-19.

“Kementerian hanya meminta pemilik cafe menerapkan sosial distancing dan itu saya sudah patuhi dengan mengurangi meja dan tempat duduk serta menempel pamflet di setiap meja serta dinding,” katanya.

Bahkan dirinya mengaku sempat menantang, tempat usahanya siap tutup satu sampai tiga bulan full asalkan ada jaminan setelah buka wabah covid-19 sudah berakhir.

“Saya juga tutup mengikuti anjuran pemerintah tidak ada jaminan wabah ini akan segera berakhir. Lebih baik beroperasi dengan protap pencegahan agar roda perekonomian tetap jalan walaupun merugi setiap bulan,” katanya.

Pemkot Tak Peduli dengan UKM?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara