Politik dan Pemerintahan

Sulut Siap Selenggarakan AASSREC

Peserta AASSREC Mulai Berdatangan

MANADO – Sulut siap selenggarakan The 19th Biennial General Conference of Association of Asian Social Science Research Councils (AASSREC). Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Ir. Siswa Rahmat Mokodongan ketika Kamis, (13/10) malam bersama Asisten bidang Administrasi Umum Gemmy Kawatu M.Si, dan Kepala BKD Sulut Roy M. Tumiwa M.Pd, meninjau secara langsung lokasi penyelenggaraan konferensi tersebut. Menurut Mokodongan, kesiapan Sulut dalam helatan acara berskala internasional tersebut sudah hamper 100 persen, tinggal finalisasi dengan panitia pusat.

“Informasi dari pusat, besok siang delegasi dari Australia akan tiba,” ujar Mokodongan. Ia juga juga menambahkan, sampai saat ini tercatat sudah 12 negara yang positif hadir, Negara yang dimaksud antara lain Australia, Jepang, China, Bangladesh, New Zaeland, Malaysia, Filipin, dan Amerika Serikat.

Mokodongan menjelaskan, konferensi ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Asian Social Science Research Councils (AASSREC), Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), dan Pemprov Sulut. “Direncanakan kegiatan dimaksud akan dilaksanakan pada tanggal 16-19 bulan ini. Dan setelah dilakukan pengecekan, persiapannya sudah matang, apakah itu dari soal penjemputan delegasi, persiapan tempat kegiatan, sampai pada masalah akomodasi dan transportasi juga sudah siap,’’ tegas mantan Kadis Kehutanan ini.

Penjelasan yang sama juga datang dari Tumiwa. Menurutnya, konferensi yang mengangkat tema ‘’Envolving Transnationalism: Challenges and Opportunities (A Social Science Perspective)” tersebut akan menghadirkan para ilmuwan sosial dan pembuat kebijakan untuk mencari pemahaman bersama mengenai isu transnasional, dimana para pakar tersebut dapat saling tukar menukar pengetahuan/pengalaman mengenai tantangan dan peluang transnasionalisme dari perspektif ilmu social, terutama di kawasan Asia Pasifik. ‘’Yang utama dapat mengembangkan kerjasama di kawasan Asia Pasifik, serta menghasilkan rekomendasi terkait isu-isu transnasionalisme,’’ ujar Tumiwa.

Konferensi kali ini, lanjut Tumiwa, mengangkat soal transnasionalisme karena hal tersebut merupakan isu strategis Pemerintahan. Konsep transnasional mencakup beragam topik potensial seperti perpindahan penduduk, diaspora, pengungsi, dan terorisme. ‘’Tapi juga menyangkut penawaran kesempatan kerja, migrasi, perdagangan, dan pendidikan,’’ tukasnya sembari menambahkan bahwa konferensi ini akan semakin mempertegas soal bagaimana para ilmuwan sosial dapat terus memahami isu-isu dan prospek yang ada dengan mendasarkan pada pola transnasionalisme, dimana ilmu sosial tersebut dapat berkontribusi pada evolusi etika dan moral. (*/jrp)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara