Berita Utama

Sulut Siap Jadi Destinasi Wisata Medis: Riane Anggreani Jabarkan Potensi Unik Kesehatan Tidur

Pasalnya, bicara kesehatan tidur, antrean pemeriksaan di luar negeri bisa mencapai 6 bulan sampai 1 tahun, sedangkan di Indonesia tanpa daftar tunggu.

“Oleh karena itu, peluang Indonesia, khususnya Sulut, menjadi destinasi wisata medis untuk pemeriksaan kesehatan tidur sangat tinggi,” pungkasnya.

Adapun untuk Sulut, RS Hermina merupakan satu satunya rumah sakit yang memiliki laboratorium dan alat terapi, serta dokter spesialis untuk layanan kesehatan tidur se-Indonesia Timur.

“Sulut punya potensi besar karena memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap, SDM bersertifikat internasional yang juga memudahkan klaim asuransi, memiliki alat terapi CPAP hingga light therapy, dan satu-satunya di Indonesia Timur,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa biaya pemeriksaan di Indonesia masih lebih murah dari luar negeri, kecuali China yang mendapat perhatian besar dari pemerintahnya.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Staf Khusus Gubernur Sulut, Dr Drevy Malalantang, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Dari diskusi tadi, terungkap bahwa Sulut punya potensi besar untuk medical tourism, khususnya kesehatan tidur,” kata dia.

Menurutnya, hal ini akan berdampak sangat positif bagi pariwisata sulut jika bisa dikelola dan dikemas dengan baik dalam suatu paket medical tourism.

Apalagi, kata dia, baik SDM maupun sarana yang ada di Sulut ternyata sudah sangat mendukung dan tidak kalah dengan daerah lain.

“Setelahnya tinggal bagaimana kita mempromosikannya. Ini menjadi tugas kita bersama,” tutupnya.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara