Adapun terkait penanggulangan pandemi Covid-19, Pemprov Sulut menganggarkan dana berjumlah Rp201,4 miliar untuk penanganan kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi.
Kegiatan penanganan dampak ekonomi ini berupa pemberian bantuan Saprodi kepada petani, peternak, nelayan, IKM, UKM, serta bantuan pembayaran premi asuransi kepada peternak sapi dan petani padi sawah.

Disamping itu untuk menjaga ketahanan pangan daerah, disiapkan juga alokasi anggaran untuk pengisian lumbung pangan.
Ada juga beberapa kegiatan fisik pelaksanaannya bersifat padat karya sehingga diharapkan dapat meminimalisir pengangguran yang terjadi akibat Covid-19.
Di tengah upaya pemulihan ekonomi di daerah, Sulut juga mendapatkan kucuran dana pinjaman lunak senilai Rp 1 triliun Rupiah dari Pemerintah Pusat melalui Bank SulutGo.
Usai upacara, dilakukan rpat paripurna bersama DPRD Sulut.
Rapat paripurna istimewa turut dihadiri secara virtual oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Hadir pula di ruangan rapat paripurna yaitu jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.
(ADVETORIAL/Finda Muhtar)
