
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Pemprov Sulut
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mulai mendorong transformasi tata kelola sektor kelautan dan perikanan melalui peluncuran SULUT BLUE DATA.
Inovasi berbasis digital ini dirancang untuk mengintegrasikan data kelautan dan perikanan dari berbagai instansi, lembaga penelitian, perguruan tinggi, mitra pembangunan hingga pelaku usaha perikanan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang mengatakan, kehadiran SULUT BLUE DATA menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang transparan, terintegrasi, serta berbasis data ilmiah.
Hal tersebut disampaikan Tahlis saat membuka Talk Show bertajuk Kolaborasi dan Integrasi Data Kelautan dan Perikanan Berbasis Digital untuk Mendukung Ekonomi Biru di Sulawesi Utara, yang dirangkaikan dengan peluncuran SULUT BLUE DATA di Hotel The Sentra Manado, Senin (2/11/2026).
Menurut Tahlis, keputusan pemerintah ke depan harus didasarkan pada bukti riil dan analisis data yang valid, bukan sekadar asumsi.
“Selama ini data kelautan dan perikanan masih tersebar di berbagai instansi, lembaga penelitian, organisasi mitra, serta kelompok masyarakat,” ujar Tahlis.
Perbedaan format, lanjut Tahlis, definisi dan mekanisme pemutakhiran data menjadi tantangan dalam menyusun gambaran sektor kelautan dan perikanan secara utuh.
“SULUT BLUE DATA bukan sekadar platform aplikasi atau perangkat teknologi informasi semata. Lebih dari itu, ini merupakan sebuah ekosistem kolaborasi dan integrasi data berbasis digital,” jelasnya.
Melalui sistem tersebut, data ilmiah, ekologi, perikanan, serta sosial-ekonomi masyarakat diharapkan dapat terhubung dengan proses perumusan kebijakan publik.
Tahlis menegaskan, keberhasilan inovasi ini tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi, tetapi juga komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperbarui, memvalidasi, dan menginput data secara rutin.
“Perangkat daerah terkait serta Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota menyiapkan penanggung jawab atau operator data yang jelas,” tegas Tahlis.
Dirinyapun berharap, dengan dukungan sumber daya, anggaran dan koordinasi berkelanjutan juga dinilai penting agar SULUT BLUE DATA dapat berfungsi optimal.
“Pemprov Sulut berharap inovasi ini memperkuat pengelolaan kawasan konservasi perairan dan perikanan tangkap berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi nelayan, pembudidaya, dan masyarakat pesisir,” pungkasnya.
