
Manado – Tinggal menghitung jam, Jumat 11 Oktober seluruh jemaat GMIM di Manado, Minahasa dan Bitung akan memiliki para pelayan khusus untuk masa bhakti 2013-2017. Menjelang pemilihan, terselip sedikit aroma bernuansa politis.
Boleh percaya, boleh tidak. Ternyata praktik money politics memberi warna pada pemilihan Pelsus GMIM yang akan dilaksanakan serentak pada Jumat besok. Ya, ternyata ada sejumlah bakal calon yang sengaja tebar finansial supaya bisa terpilih.
“Betul itu, soalnya kami sudah ditawari serangan fajar, nanti kami akan dikucuri Jumat dinihari hingga siang oleh salah satu kandidat penatua kolom,” beber Fina, ibu rumah tangga dan anggota salah satu jemaat GMIM di Manado, Kamis (10/10) petang.
Pernyataan itu dikuatkan Emilia, anggota pemudi di jemaat tersebut. “Informasinya seperti itu, tapi mudah-mudahan kendati pakai serangan fajar tidak akan mengganggu suasana pemilihan,” tandasnya.
Memang terbaca situasi saat ini posisi Pelsus; penatua dan syamas, menjadi idola beberapa pihak. Maklum, dengan menduduki jabatan itu maka status sosial seseorang bisa terdongkrak, berhubung menjadi tokoh agama di tengah jemaatnya. (Ady Putong)
