
Manado, BeritaManado.com — Sebagai seorang sopir mobil jenazah mempunyai pengalaman tersendiri yang mungkin tidak dimiliki oleh banyak orang.
Selain membutuhkan keahlian di atas rata-rata karena terkadang harus membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, juga dibutuhkan nyali untuk menghilangkan rasa takut yang menghantui.
Sebagaimana diceritakan oleh Ridwan Darma, kepada BeritaManado.com, Kamis (9/1/2020), sopir ambulance di salah satu rumah sakit pemerintah yang ada di Manado, yang sudah biasa dengan profesi ini.

“Pengalaman membawa mobil jenazah, saya sudah terbiasa karena sudah menjadi rutinitas sebagai sopir,” kata Ridwan mengawali ceritanya.
Namun menurut Ridwan, terkadang rasa takut itu datang manakala sedang membawa jenazah dan sering juga terbawa perasaan sedih oleh tangisan duka dari keluarga yang meninggal.
“Kadangkala perasaan takut itu datang saat membawah jenazah, kadang juga menyelimuti perasaan duka dan sedih karena setiap mengantar jenazah keluarga di dalam mobil biasanya menangis dalam duka yang mendalam,” ujarnya.
Kata Ridwan, perasaan itu akan berbeda saat kembali dari mengantar jenazah, rasa takut itu tidak ada lagi, meskipun sebagian orang merasa takut karena mitos mobil jenazah saat kembali seperti ada yang mengikuti.
“Saat kembali dari membawa jenazah saya tidak masalah karena mobil yang di kendarai dalam keadaan kosong, jadi tidak ada rasa takut lagi,” ungkap Ridwan.
Bagi Ridwan tidak ada yang serem dari mobil jenazah kendati sebagian orang merasa takut dengan kendaraan yang sudah menjadi temannya setiap hari.
“Saya sudah terbiasa dengan mobil jenazah, karena mobil jenazah ini sudah menjadi mobil operasional setiap hari sewaktu bertugas sebagai sopir ambulance,” tutup Ridwan Darma.
(BennyManoppo)
