
Mitra, BeritaManado.com – Semangat pelestarian adat di Minahasa Tenggara (Mitra) berkobar usai suksesnya Festival Budaya Tambanas Suku Tounsawang, Rabu, (26/11/2025).
Apresiasi setinggi-tingginya datang dari Ormas adat yang turut memeriahkan acara, yakni Tarian Masayouw Toundanouw Tonsawang.
Kehadiran Ormas Masayouw yang ikut menampilkan tarian adatnya di Camping Ground Selet (CGS) Silian Raya ini menunjukkan solidaritas kuat antar-komunitas adat.
Luther Rondonuwu, selaku Mahusar Masayouw (Panglima), menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Ormas Manguni Mahasiouw Silian Raya sebagai penyelenggara, dan khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Mitra.
“Terima kasih Ormas Manguni Mahasiouw, terlebih khusus Pemkab Mitra di bawah kepemimpinan Bupati Ronald Kandoli dan Wakil Bupati Fredy Tuda melalui Disparbud. Mereka telah mensupport kegiatan yang sangat mendorong generasi muda untuk melestarikan budaya leluhur di tanah adat kita, terlebih khusus suku Tounsawang,” ujar Luther dengan antusias.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi kunci sukses dalam upaya merangkul generasi muda untuk kembali mencintai akar budaya mereka. bahkan dukungan tokoh agama juga sangat penting dalam mendorong pelestarian budaya, karna budaya itu bukan penyembah berhala melainkan wujud menghormati alam semesta dan pencipta.
Luther Rondonuwu lantas menggunakan momen ini untuk menyerukan ajakan keras kepada para generasi muda di suku Toundanouw-Tonsawang.
“Mari torang jaga dan lestarikan nilai-nilai adat istiadat budaya khas daerah kita agar tidak terkikis oleh zaman modern saat ini. Terlebih, jangan pernah malu menjadi orang muda kalau menjaga tradisi leluhur,” tegasnya.
Pesan ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya agar tetap solid di tengah arus modernisasi, sebuah tantangan besar bagi pelestarian adat.
Melihat kesuksesan festival ini, Luther Rondonuwu berharap kegiatan yang berlangsung di kaki Gunung Soputan ini dapat kembali digelar dan diperluas skalanya.
“Harapan saya kiranya kegiatan ini bisa kembali digelar dengan menampilkan semua komunitas adat yang ada di suku Toundanouw Tonsawang. Masih banyak warisan budaya yang pantas kita gali dan dikenalkan di kalangan luas, baik itu tari-tarian, seni musik tradisional, kerajinan tangan, dan makanan tradisional yang patut diangkat dalam bentuk festival budaya,” harapnya.
Senada dengan itu, Tonaas Sem Pangemanan, pendiri Sanggar Seni dan Budaya Masayouw Kaure Ure Toundanouw Tonsawang yang telah berjuang melestarikan budaya sejak 2014, juga menyampaikan harapannya.
Ia memohon agar Pemda Mitra dapat terus mendukung dan menunjang setiap penampilan adat dan budaya lokal di masa mendatang.
Kesuksesan Festival Tambanas menjadi lonceng bagi bangkitnya kesadaran budaya di Mitra, didukung penuh oleh semangat para panglima adat dan pemerintah daerah.(fan)
