Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut yang dipimpin Franky Manumpil, realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,18 triliun (401 Proyek) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terealisasi sebesar Rp0,5 triliun (64 Proyek).
Gubernur Olly menerangkan bahwa kemudahan perizinan bagi investor sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulut untuk menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo soal upaya mempermudah proses perizinan di Indonesia.
“Bagaimana tugas tanggung jawab kita pemerintah daerah menyerap dan melakukan apa yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan tugas daerah untuk mempercepat seluruh perijinan yang ada,” kata Olly beberapa waktu lalu.
Tak lupa juga Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut men-support sehingga Sulut bisa melakukan ekspor di tengah pandemi.
“Saya sangat bersyukur karena didukung juga oleh Menko Perekonomian dalam menunjang kita menuju daerah ekspor hub bagi kita di Sulawesi Utara. Semoga Tuhan selalu memberkati kita,” kata Olly.
Olly mampu menjalankan inovasi kreatif, sehingga di saat pandemi Covid-19 pun, ekonomi Sulut tetap bergerak.
Bahkan berhasil mengekspor aneka komoditas dengan membuka penerbangan kargo langsung dari Manado ke Tokyo, Jepang.
Pemerintahan Daerah Sulut di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey-Steven Kandouw sukses mampu mengangkat Nilai Tukar Petani (NTP) dari 96,21 di tahun 2016 menjadi 98,23 di tahun 2019.
Ini mengindikasikan tingkat kesejahteraan petani semakin melesat.
Untuk melindungi panen, Olly Steven melakukan terobosan melalui program asuransi gagal panen kepada petani yang kali ini sudah mencapai 3.000 hektar dan akan terus diperluas.
(Finda Muhtar)
