Pemerintah dan Petani Sama-sama Harus Melakukan Terobosan
Tondano – Menghadapi hari besar keagamaan dan pengucapan stok pangan selalu dinyatakan aman oleh pemerintah melalui instansi teknis Badan Ketahanan Pangan. Namun sesungguhnya tidaklah demikian kenyataan di lapangan jika dihubungkan dengan Minahasa swasembada pangan dan beras.
Kondisi aman sebenarnya bukan lantaran komoditi pangan yang ada dihasilkan dari hasil bumi Minahasa, emlainkan dipasok dari daerah lain untuk memenuhi kuota kebutahan pangan. Padahal luas lahan sawah dan perkebunan yang ada cukup untuk menanam kebutuhan masyarakat Minahasa sendiri.
Jika seperti ini kenyataan yang terus terjadi, maka Program Kedaulatan Pangan mustahil terwujud di Tanah Toar Lumimuut ini.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Dr Jerry Massie kepada BeritaManado.com, Senin (20/7/2015) mengatakan bahwa pemerintah daerah harus membuka mata lebar-lebar dan melihat kenyataan di lapangan. Kira-kira separuh stok beberapa jenis bahan pokok dipasok dari luar daerah.
“Ini butuh kebijakan politik yang tepat sasaran dan efektif untuk diterapkan. Meski hanya urusan menanam, namun kalau sudah berbicara hajat hidup orang banyak, pemerintah wajib turun tangan dan melakukan apa yang diperlukan,” ungkap Massie. (frangkiwullur)
