Minut, BeritaManado.com – Sebagai bagian dari komponen bangsa, para Tokoh Masyarakat, di dalamnya Tokoh Agama memiliki peranan penting dan strategis dalam mengingatkan dan menyegarkan kembali kepada seluruh anak bangsa untuk selalu menjunjung nilai-nilai luhur bangsa dalam rangka mewujudkan cita-cita Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Hal ini disampaikan Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Ir Stefanus BAN Liow dalam kegiatan Sosialisasi MPR RI di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (13/2/2021).
“Sejak awalnya berdiri NKRI, para pendiri negara menyadari bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa daerah serta agama yang berbeda-beda,” ujar Stefa.
Dalam kesempatan sosialisasi dan berdiskusi yang dipandu bergantian oleh Ketua BPMW Tatelu Pdt Frits Arthur Kelung dan Jefry Tumengkol, sejumlah peserta dalam sesi berbeda, diantaranya Pdt Tommy Weken, Pdt Jenny Tangkuman, Pdt Amos Mondoringin menyampaikan gagasan, pertanyaan dan usulan sekitar peran negara dalam mencegah dan mengatasi paham radikalisme, kemajemukan dengan berbagai perbedaan serta karakter dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam pertemuan sesi sebelumnya, Tokoh Masyarakat Minahasa Utara yang juga Mantan Anggota DPRD Pnt Selfran Wungouw Elvis Kusoy, Pnt Hendri Sondak, Pnt Heskiel Malingkolang, Pnt Rein Sineri, Pnt Ismail Gundung, Pnt Melky Mewengkang, Pnt Harter Tangkere dan Djemi Baris memberikan apresiasi, salut dan bangga atas pencerahan tentang Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara dari Anggota DPD RI/MPR RI Stefanus BAN Liow, Dapil Provinsi Sulawesi Utara kepada tokoh masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara.
(***/Finda Muhtar)

