Manado – Pertarungan memperebutkan DB 10 di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado alias Rektor pada tahun 2012 ini semakin ketat. Dalam pemberitaan sebelumnya, Prof. Elen Kumaat selangkah lagi dipastikan untuk maju bersaing dengan Rektor Unsrat saat ini Prof DR Donald Rumokoy, SH MH.
Bahkan sempat diisukan Prof. Elen sapaan akrabnya telah memperoleh restu serta dukungan dari Menteri Pendidikan Nasional Pro. M. Nuh, sebagaimana diketahui dalam pemilihan rektor perguruan tinggi, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) memperoleh 35 persen hak suara dalam pemilihan.
Namun sangat disayangkan baru-baru ini melalui sumber terpercaya beritamanado di lingkungan rektorat Unsrat bahwa Rektor Unsrat saat ini, Prof. Donald Rumokoy, SH MH tak terbendung lagi karena statuta baru Unsrat telah disahkan.
” Dengan statuta baru yang telah disahkan maka sangat kecil peluang dari pesaing-pesaing Prof. Donald pada bursa pemilihan rektor tahun ini,” papar sumber tersebut yang tidak menginginkan namanya dipublikasikan.
Sayang ketika dikonfirmasi kepada Humas Unsrat terkait dengan perkembangan statuta Unsrat, belum terkonfirmasi karena saat dihubungi via telephone tidak aktif.(gn)

@ bung Sam:
Maaf mungkin terlambat respons. Bila anda ingin membaca Permendikbud no. 61 tahun 2011 ttg Statuta Unsrat tsb dapat saya kirim softcopy-nya via email (kalu memang belum dapat sampai saat ini dan masih ingin dibaca).
@ prof. Lucky: mungkin sekedar koreksi kecil, mungkin maksud prof, seorang rektor tdk mungkin menjabat sampai 3 periode (maksimum 2 Periode)?
Viva UNSRAT
@Sam: Setuju
Tetapi yang menjadi kendala saat ini hanya segelintir GB yang berani berkata Tidak … yang lainnya masih takut …..
Anyway, siapapun yang terpilih menjadi Rektor, diharapkan membangun Unsrat dengan hati nurani….Kalau Rektor saat ini terpilih lagi…diharapkan kedepan bisa berubah dengan merangkul semua pesaing dan yg tidak sejalan…jangan lebih menyudutkan lagi …dan diharapkan jangan membangun dinasti…dengan kata lain…setelah dua perioden jangan mempersiapkan sang istri menjadi pengganti nanti ….
Begitupun kalau nanti ada Rektor baru … rangkulah kembali kubu yang lain….buatlah Unsrat ini bersatu kembali dan bersama2 membangun Unsrat ..
VIVA Unsrat
Setuju dengan Alumni dan Profesor Indonesia,
Seorang guru besar itu dilihat dari karya2nya, bukan malah mencari keuntungan dalam pilrek bahkan ada yg demi pilrek “dipaksakan” menjadi guru besar demi memuluskan pemilihan Rektor.
inilah yg saya sebut Oknum … kasihan bagi Guru Besar lain yg begitu ingin membangun UNSRAT ini menjadi Excelent University tapi di jegal dan dihambat oleh Rektor dan Konco2 lain yg notabene Guru Besar.
Oleh karena itu, mudah2an ada Guru Besar yg membaca tulisan kami ini dan hatinya tergerak oleh jiwa Akademis yg profesional dengan terus berkaya nyata dalam pembangunan dan Berani Berkata TIDAK kepada para OKNUM yang akan merusak UNSRAT.
Doa kami Utk UNSRAT
Salam,
Sam
mo batambah mar….so didahalui “Kick Alumni” ada lei itu kelakuan seorang guru besar yg kita nyanda mo bilang…seharusnya bangga kalau “anak didiknya jadi berkembang dan maju:” malah di Kick dgn “reasons far from the truth” akhirnya “the answer is far from the truth”
tapi banyak juga guru besar yg hebat, tapi saya tidak akan sebutkan…ya tentunya sudah ada nama indonesia, regional, dll!
Saya setuju dengan ‘alumni’ khususnya untuk poin 3 dan 4. Salah satu contohnya penerapan statuta yang diterapkan di IPB yg memangkas (katanya) 300an voter menjadi sampai 30an voter, tapi disana nda ambil pusing karena mereka lebih sibuk meneliti daripada pusing yg model begini2.
Belum lama ini ada sosialisasi hibah unggulan, hibah pekerti, dll yg disediakan oleh Dikti, lebih baik saya (dan guru besar tentuya) fokus di penelitian yang terus menghasilkan daripada fokus untuk hal2 yg seperti ini.
Viva Unsrat
1. Statuta Unsrat diusulkan melalui pleno Senat Unsrat kemudian disetujui Mendikbud juga melalui proses pembahasan yang ketat, sehingga jika ada hal2 yang bertentangan dengan norma2 yang berlaku di PT pasti tidak akan disetujui oleh Mendikbud.
2. Para Guru besar termasuk Prof Lucky yang mulanya menolak Statuta hasil pleno sampai menghadap Mendikbud perlu menghargai proses demokrasi di Senat Unsrat.
3. Krtik untuk para Guru Besar yang hanya mempersoalkan pasal2 statuta dalam kaitan dengan hak memilih Rektor,, MEMALUKAN kalau guru besar (saya pakai huruf kecil) yang fokusnya hanya mau eksis dalam Pilrek,, kampungan, kerdil,, Guru Besar yang hebat2 di Univ lain nda pernah pusing dengan urusan Pilrek,, cuma guru besar Unsrat yang suka pusing dengan hak pilih karena gila jabatan,, tugas meneliti, menulis buku dll NOL BESAR,, apa karya guru besar Unsrat,,bagusnya Mendiknas cabut aja status guru besar yang sok jago di kampus mar NOL BESAR kontribusi akademiknya.
4. Unsrat rusak karena guru besar kebanyakan gila jabatan tugas tambahan.
mar kalau game, game not over yet tapi kalau game istilah lanjutnya…..loses
dapa lia torang pe profesor akademik so mulai ba iko kita pe istilah2 no, mulai “Challenger, Strong, Compete, Knock out, mar kalau “thumbs” bukang kita pe istilah….kantara so ada banyak istilah inggris mar kalau kita profesor world ada coba2 pake bahasa ingrris nanti so nintau sisip deng bahasa Indonesia!
@mafia dermawan … seorang yg dermawan tapi mafiakah? .. hehehe
AKHIRNYA .. dengan statement terakhir anda ini menunjukkan bahwa anda adalah salah satu team sukses ngana pe boss yaitu Prof Rumokoy … hehehehe
10 Pendekar? salam buat Flora kalalo? .. wah Om Mafia Dermawan saya tidak mengerti yg anda ungkapkan itu, kalo memang Anda sering melihat komentar saya di pemberitaan yang lain (ttg Parkir atau RS Siloam) jelaslah disitu bahwa saya bukan berdomisili di SULUT … hehehehe
Saya adalah Seorang Alumni UNSRAT yg peduli dengan UNSRAT. bukan seperti anda dan boss anda yg pemberitaannya sampai ke Ibukota… haiizzz
Yah begitulah anda dan kroni2 anda yg saya bilang OKNUM, yang akan membuat UNSRAT terpuruk dan tercemar nama baiknya sampai saat ini.
Statuta yg sudah di usulkan oleh “Senat UNSRAT” sudah di sahkan oleh MEndiknas … Mo Apa le? torang di perantauan hanya bisa berdoa supaya Para Guru Besar bisa melakukan yg terbaik bagi UNSRAT dengan memilih yg benar bukan yg BAYAR …. disisa hidup mereka.
Doa Kami Utk UNSRAT.
Salam,
Sam
Man Proposes, God Disposes….Rancanganku, bukan RancangaNYA….Usulan Statuta Unsrat yang mendapatkan “intelectual criticism” (dari saya dan beberapa teman sejawat), yang menilai usulan ini “mendiskriminasi” dan “memasung ” hak politik Gurubesar dalam pemilihan Rektor ternyata belum berhasil. Tapi, jangan menilai kita gagal. Sikap kita telah memberikan kontribusi positif dan signifikan dalam merealisasi nilai kebebasan akademi dan mimbatr akademi, yang lebih kondusif di Unsrat.
Dengan disahkannya usulan statuta baru itu Kep Mendikbud No 61 Tahun 2012), bukan berarti perjuangan kaum intelectual “gagal” dalam upaya mencari kebenaran, tetapi yang diperjuangkan kaum kritis, harus diakui ini masih kurang kuat menghadapi “national policy on higher education” dalam “reformasi birokrasi”. Dan dengan terbitnya keputusan Mendikud itu, saya harus mengakui keunggulan dan kepiawian Rektor Donald Rumokoy yang sukses dalam mendapatkan persetujuan Mendikbud itu. Yah…memang, Rektor Rumokoy harus bisa dong…beliau memang pakar Hukum Tatanegara kan?. Memang ini porsi keahlian beliau dan kelebihan ini haryus kita akui. Torang harus sportif toch?.
Ambil saja hikmahnya. Bagi para gurubesar yang dengan aturan dalam statuta baru , akan tidak terpilih menjadi anggota senat dalam memilih Rektor, hendaknya mencurahkan kepakaran dan energynya ke bidang yang menjadi kompetensinya: mengajar, meneliti, menulis karya ilmiah. Banyak jalan ke Roma kan?. Apalagi sekarang tersedia milyaran rupiah untuk riset di Unsrat.
Bagi Prof Dr Donald Riumokoy, perlu diacungkan “two thumbs up” dengan disetujuinya usulan ini. Seperti prediksi saya yang lalu, kalau usulan statuta Unsrat disetujui, hal itu akan meningkatkan secara signifikan “peluang” incumbent untuk mulus ke peridoe kedua sebagai Rektor Unsrat. Tapi ini bukan berarti “the game is already over”. Tapi, bagi para “chalengger” ( siapa siapa ya?) jangan dulu putus asa. The game is not over yet.
Tapi mungkin para “chalengger” juga perlu berpikir pragmatis. Dalam pertarungan, seringkali sikap yang bijak ialah: If you cannot knock him out, cuddle him. Kalau anda ndak mampu merobohkan rival anda, munglkin lebih baik merangkulnya saja untuk bekerja sama. …Its all up to you…
Maksudnya, kalau menururut “assessment anda”, Prof Donald Rumokoy “too strong to bve competed”, terlalu kuat untuk ditandingi, mungkin para “chalengger”, perlu mengambil langkah mundur mencalonkan, berbalik mendukung dan bekerjasama dengan “incumbent”, untuk menyiapkan loncatan kedepan pada Pilrek 2016 nanti. Toch jabatan Rektor tidak boleh 2 periode kan?. Para calon Rektor 2016 ini mulai sekarang, harus ada upayta persiapan untuk membuktikan ke dunia akademisi dan publik bahwa anda2 Chalengger, adalah adalah seorang “intelectual” yang berwibawa dan punya reputasasi, dan tentu punya kepiawian dalam “to win the mind and the heart of the campus society”.
Yang penting: Mari kita doakan bersama supaya Pilrek Unsrat 2012 ini, dengan Statuta Baru ini berjalan aman, tertib, terpuji, dan siapaun yang terpilih..itu adalah pilihan kita semua, itu adalah Pilihan Tuhan Pembuat Sejarah, dan mari kita dukung Rektor, siapa saja sosok tersebut, apa Prof Rumokoy atau Prof Ellen Kumaat, atau siapa saja yang terpilih nantinya, adalah sosok yang dapat membawa Unsrat menuju “Excellent University”.
Perbedaan pendapat boleh saja terjadi dalam proses politik, tapi pada saat keputusan politik sudah ditetapkan (yaitu saat pelantikan) Relktor baru tahun ini, maka kembali lah kita semua ke “firtrah” yaitu: “torang samua basudara”, baku baku bae, baku baku sayang dengan “The Power of Love” and “The Power of Forgiveness” memajukan Unsrat Tercinta ini. Viva Unsrat. GBU all.
Haloo Redaktur Berita Manado.com…bole release akang kita pe momentar ini di Media Cetak?….Tks kalau berkenan. salam. Lucky Sondalkh.
Catatan. Maaf ne…bukan mengurui ya….sekedar bagi bagi pengalaman…sekedar sharing….
mungkin tanggapan terakhir saya buat pak sam tercinta, simpel saja krna so talalu panjang ngana p komentar lawang2 bang lucky p komentar2. so pjg leh ngna pnya, nda berbobot, kong makang puji leh….. abis baca selain ngna p jiwa yg karbit, upzzz, kerdil koteen, patut dikasihani, so lebe dapa lia ngna p bo__ok. dapa lia saki hati p boss ngna. hahahahaha….. cek bae2 kalo ada kasus di polda,kejaksaan,mabes,kalo prlu smpe kpk leh (babataruh cma byk dgn laporan2 dr org2 yg sama deng ngna alias dari 10 pendekar karbit)….. bedakan sapa yg berbuat apakah itu dekan, dosen, ato pegawai. qt tambah, selain pikir dulu baru tulis, cek dulu dp fakta baru tulis dsini, jangan cuma asal asbun kwa ‘heartbreak boy’ hahahaahaha…… btw, salam buat flora kalalo beserta krunya…..
@pengamat
kalo bisa diatur ngna dang kwa atur supaya bagus, jangan sotoy deh…… hahahaha…… baca di salah satu media massa so brp universitas yg pake ini statuta……
Wasalammm
Disahkan STATUTA berarti mematikan Demokrasi Di Unsrat.
embel2 perwakilan dari setiap fakultas itu tidak menunjukan Demokrasi karena pasti semua “bisa diatur”.
Dengan membuat Statuta Unsrat ini, menandakan Rektor takut bertarung secara “Jantan” …
@Mafia Dermawan
Wah,.. bung Mafia Dermawan menurut saya sangat luar biasa, karena apa? bisa menilai mana Komentar yg berbobot dan mana yg tidak … Salute!
Sekalian mo tanya kote .. PARAMETER berbobot dan tidak itu seperti apa? sehingga ada menjustifikasi bahwa komentar sesorang itu berbobot dan tidak… Ckckckck
Tentang komentar negatif saya kepada UNSRAT? Coba anda perhatikan dengan seksama setiap komentar saya sekalian meminjam kata – kata anda supaya anda “Pikir dulu baru Ketik (bukan tulis), jangan ketik dulu baru berpikir” BAHWA Saya mengkritisi OKNUM di UNSRAT dan BUKAN UNSRATnya. Paham ya? kenapa saya mengkritisi? karena hal tersebut sudah di blow-up dahulu oleh media dan saya membacanya. coba anda ke POLDA SULUT ada tidak kasus tentang Rektor Incumbent? atau mungkin anda tidak pernah membaca berita? atau anda salah satu simpatisan dan juru bicara yg bersangkutan? .. maka jiwa kerdil pantas dialamatkan untuk Anda.
Anda tidak perlu mengkasihani saya ketika waktu di UNSRAT karena saya salah satu yg paling banyak berkarya untuk UNSRAT bung … hehehe. kami berkarya memajukan dan memperkenalkan dunia akademik UNSRAT dengan biaya sendiri demi rasa cinta kami kepada Alamamater didalam dan Luar Negeri. bukan Alumni Karbitan seperti Anda. jadi saya sangat terbeban untuk mengkritisi UNSRAT menjadi Excellent University.
Tentang Statuta? anda tahu kenapa saya tanya hal tsb kepada PAk Lukas?
Statuta itu yg mengusulkan perubahan dari Pihak Senat UNSRAT ke Mendiknas, jadi Simplenya MENDIKNAS tinggal Men-SAH-kan apa yg sudah di rumuskan oleh Senat Universitas .. btw Anda sudah pernah membaca Statuta UNSRAT kah? .. Ckckcck
btw berita tetang kedekatan calon dengan mendiknas, rektor yg diam2 tapi bekerja (bekerja apa ya? hehehe) itu adalah INDENPENDENSI Para wartawan beritamanado.com dalam mewacanakan dalam bentuk berita yg kebebasannya diatatur salh satunya di Pasal 28 UUD 1945 jo UU No.9 Tahun 1998. tidak usah di anggap ironi .. berikan para wartawan beritamanado.com kebebasan utk menulis berita dan komentator utk berpendapat.
@Mafia Dermawan mohon Tanggapannya ya?
Doa Kami Utk UNSRAT,
Salam,
Sam
…HAHAH..BROER Sam SO MARAH INI…
.
..BUKANG LEI ITU BACALON REKTOR UNSRAT YANG SO PANAS…TORANG LEI YANG KASE KOMEN SO IKO-IKO PANAS…HAHHAA
.
..
Sam, dari dulu kita baca ngana p komentar memang nda berbobot, asal tulis dan provokatif, yang lebih mengherankan cuma ngana yg memberikan komentar tentang Unsrat yg negatif disini, qta cuma bilang kasihan sekali nasibmu waktu masih di unsrat…. jangan cuma tau asal tulis Unsrat kembali dikuasai oleh koruptor, gaco dll. pikir dulu baru tulis, jangan tulis dulu baru berpikir. jiwa yang kerdil itu adalah anda dan bukan moderator (boleh dilihat dari ngana p komentar)….
Walaupun statuta sudah disahkan, tetap harus melalui proses pemilihan, jadi jangan asal ambil kesimpulan dulu. mengalir saja, torang semua mengharapkan yg terbaik for unsrat siapapun rektornya….. cuma agak ironis, calon penantang bilang dapat dukungan menteri mar buktinya statuta menteri so tanda tangan. baru bagitu so badusta apalagi kalo so jadi pemimpin, bahaya itu. lebe bae sama deng Rumokoy babadiam nda banyak komentar mar terus bekerja…..
Wasalammm
@Pak Lukas …
Statement anda bahwa : “Statuta Unsrat terbaru adalah Permendikbud no. 61 tahun 2011.”
bisa anda beri kami para pembaca beritamanado.com petikan dari isi Permendikbud tersebut?
Karena saya juga sementara mencari – cari di berbagai tempat sampai di bilangan Senayan Kantor Mendiknas demi mendapatkan info ini.
Info ini sangat penting bagi kami para pembaca agar lebih kritis dan cerdas dalam memberikan komentar.
salam,
Sam
wah … Komentar saya di Edit.
Setelah sekian lama komen di beritamanado.com, sekian banyak makian dan hujatan dari para komentator ….
komentar saya tentang kata2 yg kalo bhs inggrisnya “Corruptor” – Koruptor, “Law Abuses/Manipulation” – Penyelewengan Hukum dan Money Politics”.
DI EDIT OLEH MODERATOR …
menjadi : “Hebatnya lagi … USNRAT kembali bisa di kuasai oleh KOR—, —, dan Mon—.”
Apakah karena “Ngana pe GACO tu Rumokoy?
Please MOderator … Tindakan Anda mencerminkan kekerdilan Jiwa ANDA
Salam,
Sam
,.Maju trus Rumokoy
WOW … Hebat sekali Prof Rumokoy.
Selamat utk Prof Rumokoy yg terpilih lagi menjadi Rektor .. sepertinya dengan adanya statuta baru ini calon lain hanya sebagai “pemanis” Pesta demokrasi di UNSRAT.
Hebatnya lagi … USNRAT kembali bisa di kuasai oleh KOR—, —, dan Mon—.
Luar biasa Alamamaterku ini …
TAPI masih tersisa harapan bagi para Guru Besar agar berpikir sejenak dan merenung tentang “Berapa lama lagi Anda hidup di Dunia?”
Gunakan sisa waktu anda di Dunia agar bisa membawa UNSRAT menjadi Excellent University.
Doa Kami utk UNSRAT.
Salam,
Sam
Lancar dan aman tentunya….. Ameennn
Statuta Unsrat terbaru adalah Permendikbud no. 61 tahun 2011.
Sebaiknya tidak berprasangka yang berlebihan.
Setahu saya pak Rektor, Prof. Dr. Donald A. Rumokoy, SH, MH., tidak akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan jabatan sbg Rektor untuk periode ke-2. Bagaimanapun proses suksesi Rektor Unsrat periode 2012-2016 baru akan dimulai, yang didahului dengan pembentukan Senat Unsrat baru yg akan dibentuk sesuai amanat Statuta baru dalam waktu dekat ini.
Semoga Senator baru nanti akan mampu memberikan pencerahan bagi semua kalangan sivitas akademika Unsrat seluruhnya demi kemajuan Unsrat menuju Excellent University yg dicita2kan dan diinginkan oleh masyarakat Sulawesi Utara.
Kita ikuti saja perkembangannya.
.
…UNSRAT SO MULAI PANAS INI…
..
…MUDAH-MUDAHAN PEMILIHAN REKTOR BERJALAN DENGAN LANCAR SAMUA…