Berita Utama

Sosok Ursinus Elias Medellu, Jenderal Polisi Pencetus BPKB dan Surat Tilang asal Sulut

Sosok Ursinus Elias Medellu, Jenderal Polisi Pencetus BPKB dan Surat Tilang asal Sulut
Irjen Pol (Purn) Ursinus Elias Medellu

Beritamanado.com – Setiap tanggal 22 September diperingati sebagai Hari Lalulintas Bhayangkara, dan tepat pada hari ini Korps Lalulintas Polri genap berusia 67 tahun.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) sendiri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, serta mengadakan patroli jalan raya. Termasuk penerbitan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) dan surat tilang.

Tapi taukah kamu jika penggagas BPKB dan Surat Tilang yang digunakan hingga saat ini adalah Jenderal Polisi asal Sulawesi Utara.

Beliau adalah Irjen Pol (Purn) Ursinus Elias Medellu, bungsu dari 6 bersaudara, pasangan Hengkengdame Elias Medellu dan Yochima Makahanap-Medellu yang lahir di Sangihe, 6 April 1922.

Medellu adalah “bapak” sistem registrasi BPKB dan sistem Bukti Pelanggaran (Tilang) yang digunakan Korps Lalu Lintas Polri hingga saat ini.

Gagasan BPKB oleh pria asli Kepulauan Sangihe ini awalnya disebabkan maraknya pencurian kendaraan bermotor pada tahun 60-an, namun untuk mewujudkan ide pembuatan BPKB ini tidaklah mudah pada masa itu kepolisian terbentur masalah biaya.

Irjen (Purn) Ursinus Elias Medellu sebagai penggagas membuat suatu proposal atau konsep surat keputusan tentang BPKB , Medellu yang kala itu menjabat Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian (MABAK) tahun 1967-1972 berpangkat Komisaris Besar.

Karena tak ada biaya, proposal permohonan pendanaan diarahkan ke Departemen Keuangan yang kemudian disetujui dan oleh pemerintah masa itu diteruskan ke Bank Indonesia dengan sistem utang.

Dari proyek BPKB tersebut, Medellu berhasil membangun kompleks Korlantas Polri seluas empat hektar di Jalan MT Haryono Jakarta, peternakan babi untuk ekspor di wilayah Kapuk Jakarta Barat, pertenakan ayam di Cisalak, budidaya ikan di Merak, pom bensin di Pumpung Jakarta Timur dan Bengkel di Duren Tiga Jakarta Selatan. Bahkan, pengadaan mobil patroli polisi bermerek Volvo pada jaman itu.

Pun, kini sistem BPKB yang dikembangkan oleh Jenderal Polisi Purnawirawan yang wafat di tahun 2012 silam telah digunakan sampai saat sekarang.

Semua yang dirintis atas nama pribadinya itu kemudian dikembalikan ke negara dan tak satupun ia minta kembali sebagai aset pribadinya dan memilih hidup sederhana dimasa pensiun dari Kepolisian.

Selain BPKB, Medellu juga mencetus sistem tilang yang masih tetap digunakan hingga saat ini.

Jenderal Medellu dikenal hebat sejak muda. dirinya bersama putra Sulut lainnya yakni Daan Mogot dan J.E Kanter juga pernah menjadi pengawal Presiden Soekarno saat Perang Kemerdekaan Republik Indonesia (1945-1949).

Deidy Wuisan

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara