Manado – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dipimpin langsung Bupati Drs Sompie SF Singal MBA, menyambangi Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Manado, Rabu (22/1/2014) sejak pukul 09.00 Witta.
Seluruh jajaran SKPD dari Sekda, Asisten I, II dan III, segenap Kepala Dinas jajaran dan staf, serta ratusan masyarakat berjibaku dengan Bupati Sompie menghalau endapan dalam radius ratusan meter.
Menurut Bupati Sompie, upaya kemanusiaan ini terkendala dengan kemacetan jalan, saat turun ke lokasi. Namun itu tidak menyurutkan animo Pemkab Minut dan rombongan untuk turun membantu warga Kecamatan Singkil.
Menurut Bupati Sompie, yang masyarakat butuhkan saat ini adalah sembako, bahan makanan cepat saji, air minum mineral, obat-obatan. “Kita juga menyertakan tenaga medis serta beberapa truk untuk melengkapi kebutuhan warga. Disamping itu, target kita untuk pembersihan di Kelurahan ini harus tuntas dalam satu hari,” ujar Bupati Sompie.
Bupati Sompie juga mengajak para pengusaha untuk turut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana seperti ini.
“Ya semisal, bagi mereka yang memiliki alat seperti loader, dam-truk serta alat-alat penunjang lain, begitu juga pakaian bekas yang layak pakai, hal itu sudah turut membuat kita mengangkat beban moriil yang menimpa keluarga kita di Manado ini,” kata Bupati Sompie. Camat Singkil Drs Herry Saptono bersama Lurah Ternate Baru Junaidi Mamonto SH, mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat sangat merasa terbantukan oleh uluran tangan Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat Minahasa Utara.
“Kami ucapkan banyak terimakasih, sebab bantuan seperti ini sudah membuka akses jalan serta suplay makanan dan air bersih yang memang sangat dibutuhkan masyarakat disinin,” tutur Saptono.
Ditempat yang sama Lurah Ternate Baru Junaidi Mamonto SH, lebih mendalam mengatakan bahwa bencana alam yang menimpa Kelurahan Ternate Baru memang sangat dahsyat.
Pasalnya, sejak dirinya lahir, sampai menjadi Lurah setempat, baru kali ini bencana seperti itu melanda. “Disini ketinggian luapan air sungai mencapai tiga meter,” jelasnya.
Untuk membenahi Kelurahan Ternate Baru, lanjut Junaidi, sangat dibutuhkan alat berat terutama lorong-lorong. Sedikitnya ada 6 lorong yang tergenang lumpur. Lorong yang paling parah ada di Lingkungan 1 dengan 300 kepala keluarga, total penduduk yang kena bencana ada 5.000 jiwa lebih.
Selama lima jam, 700 anggota yang dibawah pimpinan Bupati Sompie akhirnya pada pukul 14:00 Witta, bupati dan beberapa SKPD, berpamitan kepada Camat Singkil dan Lurah, sebab akan melanjutkan kunjungan ke rumah beberapa pejabat Pemkab Minut, seperti rumah Staf Ahli Theresia Sompie SH di Perkamil yang tak luput dari luapan air Sungai Sawangan pasca bencana yang lalu. (robintanauma)


