
MANADO – Ternyata reklamasi pantai yang dilakukan selama ini tak memicu terjadinya Tsunami. Penegasan ini diutarakan Slamet Suyitno Risi, Kepala BMKG Sulut, Minggu (25/3). Menurutnya, reklamasi yang dilakukan selama ini tidak akan memicu terjadinya Tsunami.
”Khan reklamasi pantai akibatnya hanya merusak terumbu karang, dan tumbuhan laut lainnya, ”ujar Slamet.
Slamet juga menegaskan, kondisi alam di Manado saat ini memang berpotensi terjadi hujan yang tinggi, namun tidak akan terjadi gempa maupun Tsunami. Mendengarkan hal ini Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, mengatakan, bahwa memang ada pengusaha yang menawarkan penambahan reklamasi di Teluk Manado, tepatnya di belakang kawasan Megamas, sehingga Pemkot membutuhkan informasi mengenai segala bentuk akibat negatifnya.
Lumentut, mengatakan, jika reklamasi tidak memicu terjadinya Tsunami, dan dampak negatif lainnya, maka pihaknya akan membicarakan hal ini dengan pihak ketiga yang sudah menawarkan ketertarikan mereka untuk menambah lagi reklamasinya.(dan)

Kalo ada wartawan yang bagitu model perlu penataran P4
Maar kage tu wartawan cuma da tulis tu berita asal2an kang? Mungkin tu kepala BMKG da bilang laeng, dorang nyandak menyimak eh dorang tulis laeng. Soalnya kita pernah dengar ada satu wartawan (koran top di Manado) pernah wawancara seseorang, eh kaluar kamari di berita cetak tu orang yg diwawancarai jadi ‘stress’ karena semua yg ditulis ndak sesuai dengan apa yg dia da bilang.
Adoh… musti komang mo kase inga pa walikota ini…. Nyandak nyambung kasiang tu antara pemicu tsunami dengan reklamasi. Betul tu Ferry bilang. Dan dalam kapasitas apa si kepala BMKG menyebutkan soal tsunami?
Setahu kita Manado rawan sekali tsunami, dan kalau terjadi tsunami kemungkinan kerusakan akan besar karena daerah perekonomian berhadapan langsung dengan pantai. Juga dibangun di atas lahan yang tidak stabil (lahan reklamasi). Hasil analisa satu tim yg beranggotakan peneliti Indonesia dan Norwegia tahun 2009 telah mempresentasikan hasilnya di salah satu seminar di Manado. Pi tanya pa BNPB sana, waktu itu ada dorang pe staff yang da iko seminar. Maar kage dorang nyandak mangarti kang, soalnya tu seminar kwa pake bahasa Inggris….
NDA NYAMBUNG OYYY !!