Minsel

Sisa Debu Dum Truk Terbuang di Jalan Trans Sulawesi

Sisa Debu Dum Truk Terbuang di Jalan Trans SulawesiSisa material tanah Dum Truk terbuang di jalan Trans Sulawesi, hanya dibiarkan begitu saja. (foto istimewa)

Amurang—Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Depan Kantor Bupati, Polres Minsel dan Kejari Amurang untuk melewatinya harus ekstra hati-hati. Pasalnya, banyak dum truk melakukan aktifitasnya mengangkut material tanah. Namun demikian, banyak tanah hanya terbuang di jalan raya. Akibatnya, banyak pengendara roda dua dan empat melakukan protes.

‘’Lantaran, debu yang menyebar di jalan raya tersebut. Maka, kami harus ekstra hati-hati. Herannya, dum truk yang mengangkut material tanah justru hanya membiarkannya. Padahal, perusahaan yang melakukan pekerjaan tersebut harus membersihkannya,’’ ujar Jufan Dissa pengendara motor asal Kilometer Tiga.

Menurut Dissa, seharusnya perusahaan yang melakukan pekerjaan memperhatikan sisa tanah yang terbuang itu. Dan harus membersihkan pula. Jangan justru membiarkannya, sebab dipastikan pengendara roda dua ataupun empat melakukan protes. Bisa pula ada yang jadi korban.

“Ya ampun ini debu, sampai tidak lagi bisa melihat jalan tersebut. Sebab, sudah banyak sisa-sisa tanah yang terbuang. Dapat diprediksi, kalau hujan bagaimana jalannya. Na, ini musim kemarau. Jangankan musim panas seperti sekarang. Apalagi kalau musim hujan, apa jo tu mo jadi,’’ timpal Dissa dengan dialek kental Amurang.

Seharusnya, pengendara dum truk diminta berhati-hati. Jangan sampai sisa material tanah berjatuhan di jalan. Jika jatuh, maka harus dibersihkan. Sebab, sisa material dimaksud akan mengakibatkan masalah besar bagi pengendara roda dua.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Minsel Jimmy Tamon, SE ketika dihubungi melalui telepon selular mengaku baru tahu. ‘’Kalau masalah ini saya baru mengetahui dari anda. Tetapi, kami akan melakukan peninjauan di lapangan. Sebab, yang namanya dum truk mengangkut material tanah dan kalau juga terbuang dijalan pihak perusahaan harus membersihkannya,’’ ungkap Tamon.

Kata Tamon, bahwa masalah ini pihaknya akan menyampaikannya kepada pihak perusahaan. Sebab, ini menjadi tanggungjawab mereka. Jangan nanti sudah ada korban, baru mereka lakukan pembersihan.

Kepala Kantor Pengelolah Kebersihan dan Pertamanan Minsel Ir Handri Pusung juga mengaku baru tahu. ‘’Kalau itu nanti disampaikan juga ke pihak perusahaan. Artinya, kami akan sama-sama menjaga supaya tidak ada korban jiwa,’’ pungkas Pusung. (and)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara