Berita Utama

Sindiran Menkeu Purbaya Kepada Dirut Bank BUMN: Pintar Cuma Malas, Sabtu-Minggu Main Golf Kali!

Sindiran Menkeu Purbaya Kepada Dirut Bank BUMN: Pintar Cuma Malas, Sabtu-Minggu Main Golf Kali!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sengaja membuat pusing para direktur utama (dirut) bank dengan menyuntikkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito. Foto Antara.

Jakarta, BeritaManado.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat para direktur utama bank pusing tujuh keliling.

Bukan dengan peraturan baru yang rumit, melainkan dengan suntikan dana segar senilai Rp200 triliun dalam bentuk deposito.

Ternyata, langkah ini adalah trik cerdik yang sengaja dilakukan untuk memaksa para bankir keluar dari zona nyaman dan bekerja lebih keras.

Purbaya terang-terangan menyindir bahwa selama ini para pemimpin bank BUMN terlalu santai.

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, menurut Purbaya, mereka bisa meraup keuntungan besar tanpa bekerja keras.

“Mereka kan orang-orang pintar. Cuma, selama ini malas karena bisa naruh di tempat yang aman. Enggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untungnya gede. Jadi, mereka setiap Sabtu-Minggu main golf kali,” sindirnya usai rapat dengan OJK.

Daripada memberikan petunjuk detail, Purbaya justru sengaja membiarkan bank-bank tersebut mencari jalan mereka sendiri.

Ia ingin para bankir memutar otak dan berburu proyek-proyek yang paling menguntungkan dan aman.

“Sekarang, dengan uang itu (Rp200 triliun) mereka berpikir. Harusnya market based ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu,” jelasnya.

Dana Rp200 Triliun, Solusi untuk Ekonomi Indonesia?

Purbaya berharap, manuver ini akan memicu pergerakan di sisi permintaan dan penawaran.

Dengan likuiditas yang melimpah, suku bunga pinjaman diprediksi akan turun, sehingga masyarakat dan pengusaha jadi lebih berani mengajukan kredit.

Uang pun akan kembali berputar di sektor riil, masyarakat makin bergairah berbelanja, dan roda perekonomian kembali bergerak.

“Harusnya dengan inject seperti itu (guyuran Rp200 triliun), perekonomian akan berjalan,” imbuhnya penuh optimisme.

Ia menyebut strategi ini sebagai “prinsip dasar dari monetary policy”.

Dengan memberikan “bahan bakar” dan memaksa bank-bank untuk menggunakannya karena jika tidak, mereka harus membayar bunga deposito,

Purbaya berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi yang berbahaya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah mendistribusikan dana ini ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing Rp55 triliun.

Sementara itu, BTN mendapatkan Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendapat Rp10 triliun.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara