
Bitung – Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan berhasil menyelesaikan Peta Rawan Bencana (PRB). PRB ini dihasilkan lewat pelatihan Sibat yang digelar PMI Kota Bitung bekerjasama PMI Provinsi dan PMI Denmark.
Menurut Ketua PMI Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung struktur pemukiman daerah Pulau Lembeh yang dominan berada di bantaran perbukitan dan pesisir pantai mengharuskan kesiagaan dari setiap elemen masyarakat. Dan pihaknya telah melatih tenaga siaga bencana di Pulau Lembeh dengan program utama pembuatan PRB.
“Tujuan PRB ini agar masyarakat mengetahui langkah–langkah apa yang akan dilakukan dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana,” kata Rawung, Kamis (18/7).
Rawung menjelaskan, tim SIBAT berhasil memetakan sejumlah lokasi rawan bencana di Kelurahan Papusungan dengan tiga kerawanan yakni banjir, longsor dan abrasi. “Untuk itu warga diharapkan dapat memperhatikan tanda-tanda melalui peta yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu Wakil Walikota, Max Lomban menyampaikan, dengan adanya PRB masyarakat dapat mengetahui langkah apa yang akan diambil terkait bencana banjir, longsor dan abrasi. Juga mengetahui dimana lokasi evakuasi ketika terjadi bencana.
“Peta yang telah dibuat oleh tenaga relawan kiranya akan ada tindak lanjut dari masyarakat ketika musin hujan menghindari lokasi rawan bencana,” kata Lomban.
Menurut Lomban, berdasarkan laporan, sejumlah lokasi rawan abrasi dan longsor nantinya akan ditindak lanjuti dinas terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pekerjaan Umum. Dan ia berharap kedepan disemua kelurahan akan ada PRB dan tenaga relawan bencana.
“Kedepan akan ada 69 PRB di Kota Bitung, selain itu kedepan minimal setiap kelurahan akan dilatih 20 tenaga relawan bencana,” katanya.(enk)
