Berita Utama

Siapa yang Salah?

Tiga orang anak asyiknya berkendara sepeda motor tanpa mengetahui resiko mengalami kecelakaan (foto beritamanado)
Tiga orang anak asyiknya berkendara sepeda motor tanpa mengetahui resiko mengalami kecelakaan (foto beritamanado)

Manado – Kecelakaan lalulintas sering berakibat pada korban jiwa. Banyak diantara korban tersebut adalah anak-anak maupun remaja yang mengendarai sepeda motor tidak menggunakan helm dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Bagaimana dengan peran orang tua? Ternyata orang tua cukup ‘berkontribusi’ pada kecelakaan lalulintas yang dialami anak-anak. Bagaimana tidak, banyak orang tua ‘sengaja’ membiarkan anak-anak mereka berkendara walaupun belum layak karena belum memiliki SIM.

“Kebanyakan orang tua sudah tahu ketika ada anak mereka yang mengendarai sepeda motor. Bahkan anehnya ada orang tua yang merasa bangga dengan mengatakan, kita pe anak dari SD so tau bawa motor,” tutur pemerhati sosial Michael Palohoon, Kamis (25/7).

Tambahnya, peran orang tua sangat penting untuk mengontrol perilaku anak-anak. “Orang tua mempunyai peran vital mengotrol anak-anak mereka. Jangan dibiarkan jika mengetahui anaknya sudah mengendarai kendaraan ketika belum cukup umur,” jelasnya. (tbm)

 

 

 

Satu tanggapan untuk “Siapa yang Salah?”

  1. ini salah nyalah pemerintah bagian terasport dan juga bagian ansuransi klendaraan dan jiwa, harus mendapt pelajaran megantar kendaraan sepeda motor dan baru beli motor lalu pelajaran lalulintas,di BELGIA aku ikut pelajaran lalu linstas dalam 50 pertanyaan tidak boleh lebih dari 7 pertanyaan yg sala kalau lebih maka ujian lagi apa bila lulus maka baru sim nya dan surat motor nya ke Ansuransi sesuai degan ansuransi ke bagian pegeluaran nomor kendaraan misal kan EUR – OO13 apa bilah liat kendaraan ada ansuransi maka baru dapat nomornya; baru bisa membawa/megemudi moter tersebut. aku harap pakailah peraturan nya sebenarnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara