Politik dan Pemerintahan

”Setuju Judi, Buat Lokalisasi di Pulau tak Berpenghuni”

MANADO – Maraknya judi di internet, dan melihat pendapatan negara Singapura, dan Malaysia melalui ketangkasan Judi, banyak kalangan berharap Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang, dan Wali Kota Manado, mulai memikirkan untuk membangun lokalisasi Judi di daerah ini.

”Saya kira pulau-pulau yang belum berpenghuni di Sangihe, Sitaro dan Talaud boleh dipikirkan untuk dijadikan lokalisasi tempat perjudian. Hal ini harus kita bahas secara terbuka. Daripada kita sok suci dengan tidak menyetujui perjudian, tapi permainan sabung ayam, toto gelap, dan perjudian lainnya tetap marak, tanpa memberikan pemasukan bagi daerah, ”ujar Tonny Missa, warga Manado yang mengaku sudah pernah melihat lokalisasi judi di Singapura dan Malaysia.

Tonny menambahkan, di lokalisasi Judi nanti tidak semua orang bisa masuk. Hanya orang yang memenuhi syarat. Misalnya, orang itu mempunyai uang sekian ratus juta. ”Pokoknya kita buat syarat agar rakyat yang bukan tergolong orang kaya, tidak bisa bermain judi di lokalisasi perjudian itu, ”ujarnya.

Selain itu, katanya, dibuat juga aturan yang melarang ada perjudian di lokasi lain, selain di lokalisasi judi. ”Kalau ini dibuat saya kira akan menguntungkan banyak orang, dan tidak akan mencelakai rakyat yang tidak mampu, karena ada aturan yang tidak membolehkan mereka masuk ke lokasi Judi, ”ujarnya.(del)

4 tanggapan untuk “”Setuju Judi, Buat Lokalisasi di Pulau tak Berpenghuni””

  1. Gagasan Casino di Sulawesi Utara perlu dintensifkan pengkajian kelayakannya. Gagasan ini harus memenuhi pesyaratan: Technically possible, financially profitable, economically beneficial, socially acceptable, politcally secure.(Secara teknis mungkin, secara hitung hitungan perusahan/pengelola menguntungkan, tapi secara ekonomi bermanfaat bagai ekonomi luas (pendapatan daerah dan mengerakan ekonomi rakyat), tapi harus juga secara sosial diterima (masyarakat luas tidak keberatan) dan secara politik dan security regional dan nasional dinilai “aman”.

    Saya selaku Ketua Dewan Riset Daerah (yang masih menunggu pengaktifkan kembali oleh Pak Gubernur) menyarankan agar Dewan Riset Daerah ditantang untuk melakukan kajian/”feasibility study” diatas. Lan gkah awal ialah melakukan “pra feasibility study” tentang kelima aspek dan pasyaratan diatas.

    Hypothesa awal ialah: Kelima kriteria diatas cukup mendukung kecuali aspek sosial dan poilitik. Resistensi bisa datang dari kelompok “fundamentalis”. Tapi, Suilut mungkin perlu belajar dari Proyek Casino di Genting, Malaysia, suatu nnegara yang niklai dan kejakinan Muslim cukup signifikan dihormati dan di subur suburkan, tapi ada Casino. …Untuk menghormati kelompok fundamentalis di Casino Genting itu berlaklu atruran: “Muslim Prohibited”…Penganut Muslim dilarang masuk dan ada sangsi menurut Undang Undang……Di Sulut, masih terdapat Pulau Pulau yang “terisolir” dan pulai seperti mini “potential” untuk calon Casino….Casino akan mem,beri manfaat besar terhadap ekonomi…asalkan program mitigasio untuk mengatasi dampak negatif terhadap sosial, budaya dan keamanan harus disiapkan nsecara sangat sanagt matang untuk tidak menyinggung perasaan dan kehormatan dari kelompok yang karena alasan alasan terhormat menurut kejakinan dan kepercayaannya. ””ini sekedar respons intelectual…belum merupakan sikap akhir….Tima Kasih. I

    Semoga komentar ini bisa di baca Pak SHS dan Anggota DPRD dan mendapat “feed back” intelectual dari publik.

  2. Judi !!!!! Gambling !!!! Itu sudah ada sebelum peradaban manusia
    mengenal uang. Spekulasi dalam kegiatan pun sudah menjadi bagian
    dari gambling. Banyak pejabat2 dari negara2 yang keras melarang gamb
    ling tapi bermain judi di casino international karena mereka punya wang.

    Casino adalah business paling menguntungkan pendapatan daerah dan pa
    ling mudah cari sponsor/investor international dan biasanya digabung dengan
    hotel dan tourist resort. Bahkan ada negara pulau kecil yang kaya hanya da
    ri hasil casino dan tourism dan rakyatnya hanya jadi pegawai dan tidak se-
    nang judi karena mereka so pastiu dan tahu pasti kalah tetapi tourist dan
    gambler dari luar negri berbondong2 membawa uang.

    Tinggal keputusan/musyawarah rakyat Sulut !!! Kalau mungkin dibuat casino
    di pulau seperti Adano ada bilang.
    Slm.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara