Semua kebutuhan sandang dan pangan tersedia di sini.
Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern, Pasar 45 harga lebih bersahabat dan bisa tawar-menawar.
Tetapi, anjuran pemerintah tidak lagi ketat.

Kerumunan terjadi di mana-mana.
Jalanan sempit membuat pembeli harus berdempet-dempetan.
Kontak badan pun menjadi hal biasa.
Mereka tanpa masker, gampang ditemui.
Apalagi masker penutup leher, itu lebih banyak.
Mirisnya, tak ada aparat pemerintah yang mengingatkan.
Atau minimal aktif memberikan imbauan soal protokol kesehatan pada proses jual-beli.
Anak-anak, manula, pedagang, semuanya, tumpah-ruah.
Aparat Mesti Ketat

Memang, tradisi belanja menyambut Natal sulit dibendung.
Itu diamini oleh Toar Palilingan, Pengamat Hukum di Sulut.
Menurut Toar Palilingan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat seharusnya menjadi solusi.
Protokol kesehatan mestinya wajib tanpa diperintah.
“Ingat tenaga kesehatan mulai kewalahan sekarang,” tegas Toar.
Ia minta aparat tegas.
Sebab pengendalian Covid-19 pasti jalan di tempat jika dukungan publik acuh tak acuh.
