Berita Utama

Senin, Kadis Pasar dan Kebersihan Minahasa Ujian Doktoral

Vicky Tanor, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Minahasa
Vicky Tanor, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Minahasa

Tondano – Konsentrasi Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Minahasa Vicky Tanor beberapa hari terakhir ini agak terbagi. Antara menjalani tugas kedinasan dan diliar itu harus dijalani dengan seimbang. Menurut kabar, mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minahasa itu akan menjalani ujian program doktoral, Senin (26/8) besok.

Tanor sendiri saar diwawancarai kemarin siang mengatakan bahwa ujian hanya akan dilaksanakn di Manado dan tidak harus ke Jakarta. Apa yang ditempuh Tanor ini merupakan kesempatan langka yang tidak semua pejabat Pemkab Minahasa melakukannya. Jika berhasil merengkuh gelar doktor, mungkin itu adalah satu – satunya pejabat eselon II bergelar S3.

“Saya mohon doa saja bagi masyarakat Minahasa juga rekan – rekan wartawan. Apa yang akan saya dapatkan nanti itu juga meurupakan amanat awal untuk membangun Minahasa menuju masa depan yang lebih baik. Semoga saja ujian Senin besok tidak akan mengalami kendala berarti,” ungkap tanor kepada BeritaManado.com. (ang)

3 tanggapan untuk “Senin, Kadis Pasar dan Kebersihan Minahasa Ujian Doktoral”

  1. Bagimana nyanda Jengkel, dia birokrat karier dgn jabatan kabag humas kemudian kadis pasar tiba tiba somo doktor, PELECEHAN itu gelar doktor, di universitas negeri jakarta lei. DOKTOR ABAL ABAL itu toh. Org laeng sampe susah mo jadi doktor, buang waktu ini Vicky tiba tiba somo ujian doktor jadi dia selama ini dinas dimana???? Tempo apa kuliah. Kalau ada berarti banyak bolos di jakarta dang. Tidak pantas jadi Kepala Dinas.
    Tidak fair sama sekali tidak fair. sangat mengerikan karena ini manusia ini nanti jadi pemimpin so semntara Kadis Pasar lei. Saran kami buat BUPATI JWS SEGERA ganti ini orang. Merusak budaya akademik orang Minahasa yang dijunjung tinggi. Ini tu kalakuan birokrat Minahasa. Cuma cari cari gelar mar kerja nol TOMPEK. Muak ada baca tu diatas

  2. Jadi kesimpulannya diseratsi, thesis, berbeda dengan sebuah tulisan, buku ilmiah yg dpat dibuat oleh semua oarang, sebagai pembeda utama adalah saat sebuah penelitian, disertasi di publikasikan, akurat,asli, terbukti, jiika berupa asumsi itu bukantesis apalagi disertasi. Oleh sebab itu universitas top mewajibkan sebelum mendapat gelar MSc, Ph.D, harus dipublikasikan terlebih dahulu apakah layak sebagai disertasi (thesis) atau hanya berupa tulisan ilmiah atau buku. Begitu jo supaya jelas, karena semua orang bisa membuat buku atau tulisan. Dan jika terjadi perubahan nilai2 strata doctor maka harus disosialisasikan mulai sekarang. supaya masyarakat menerima nilai baru dan tidak menambah istilaha setalah doctor seperti koment diatas.
    Dan untuk Bpk Vicky sebaiknya mempublikasikan diserasinya,dan selamatnya jo untuk Pak Tanor.

  3. Tambah Lagi satu DOCTOR abal abal, ngoni kurang beking murah jo tu gelar doctor. Mempermalukan pendidikan tinggi di Indonesia. Metode apa yang ada pake doe…PASTI METODE QUICK AND PAY

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara