
Manado — Terdiagnosa mengidap kanker payudara membuat Inri Carolina Dewi Paat sempat kehilangan harapan.
Penyakit kanker yang dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ini memang membuat masyarakat awam jadi putus harapan.
Hal tersebut kemudian mulai terbantahkan saat jumlah pasien penderita kanker yang dinyatakan sembuh makin bertambah, meski untuk bisa sembuh ada beberapa hal yang mempengaruhi, salah satunya penanganan medis atau pengobatan yang berlangsung sejak kanker masih di stadium awal.
Inri Paat adalah salah satu pasien yang membuktikan itu, dimana saat 2009 lalu, Inri dioperasi karena mengidap tumor jinak tapi kemudian kembali mengalami benjolan pada 2017 yang membuatnya mengalami operasi lagi.
Setelah diperiksa, akhirnya diketahui bahwa benjolan tersebut benar kanker payudara.
Kepada BeritaManado.com, Inri pun mengungkapkan, begitu terdiagnosa kanker payudara, dirinya sempat sedih, mengasihani diri bahkan sampai kehilangan harapan.
“Apalagi waktu itu kan masih sangat awam terhadap kanker, belum teredukasi, belum punya informasi, jadi sebagai manusia tentu saja sedih sekali,” ujar Inri.
Akibat minimnya informasi, Inri yang saat terdiagnosa berada pada stadium 2, membutuhkan waktu 1 tahun untuk memantapkan dirinya menjalani pengobatan sehingga stadium pun bertambah ke tingkat selanjutnya.
Selama kurun waktu tersebut, Inri mengumpulkan informasi tentang pengobatan, yaitu kemoterapi sambil mendapat dukungan dari banyak pihak terutama keluarga dan orang-orang terdekat.
Setelah menjalani rangkaian pengobatan kemoterapi, pada 2019, Inri pun dinyatakan sembuh dari kanker payudara.
“Dukungan yang sangat besar juga saya dapat dari para perawat yang ada di RS Siloam khususnya di kemoterapi. Bisa sembuh tentu sangat bahagia dan bersyukur,” kata Inri.
Empat (4) Februari atau hari ini pun diperingati sebagai Hari Kanker Se-Dunia sehingga Inri berharap, masyarakat yang terdiagnosa kanker tidak langsung putus asa tapi cepat mengambil keputusan untuk menjalani pengobatan kemoterapi.
“Sekarang pengobatan khususnya kemoterapi sudah makin baik. Meski ada banyak tawaran dari luar khususnya luar medis, tapi harus lebih pintar. Jangan menunda pengobatan karena proses perkembangan kanker itu cepat. Jadi semua saran dari dokter harusnya diikuti. Makin cepat penanganan makin baik,” pungkas Inri.
(sri surya)
