
Aermadidi – Sekelompok pemuda pemerhati lingkungan menggelar aksi damai, terkait peringatan hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni hari ini. Para pemuda ini tergabung dari sejumlah organisasi yang diantaranya Kaum Muda Pecinta Alam (KMPA) Tunas Hijau Minahasa Utara.
Dalam aksi ini terdapat 5 tuntutan yakni, pertama, usir PT MMP dari Pulau Bangka, karena dituding melakukan kegiatan pertambangan ilegal dan merusak.
Kedua, para pendemo meminta Kapolda Sulut untuk diganti, karena dinilai tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom masyrakat dan penegak hukum. Kapolda Sulut bahkan dituding mengabaikan undang-undang dan putusan Mahkamah Agung mengenai PT MMP.
Ketiga, aksi ini menuntut Bupati Minut turun dari jabatannya, karena dituding sebagai penjahat lingkungan, dan penjarah sumber daya alam Kabupaten Minahasa Utara.
Keempat, rakyat Pulau Bangka berdaulat dan berkuasa atas hidup, pulau serta lautnya.
Dan tuntutan kelima, peserta aksi meminta agar tanah Minahasa dibebaskan dari perusahaan tambang asing dan pengrusakan lingkungan. (leriandokambey)
