Manado – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengatakan sektor Pertanian yang merupakan salah satu sektor utama untuk mendorong perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja, meski saat ini terkesan lesu dan petani kurang bergairah mengembangkan sektor pertanian, namun Pemprov Sulut akan kembali mengenjot sektor pertanian yang menjadi andalan Sulut tersebut.
Lebih lanjut Olly mengatakan permasalahan utama yang dihadapi oleh para petani adalah pemasaran yang belum maksimal, seperti komoditi cengkih, kelapa, pala dan hasil olahan aren (captikus).
Para petani kita tidak mampu menjual hasil pertanian dengan harga yang sesuai, bahkan ketika hasil pertanian memasuki masa panen, harga pasaran jatuh. Hal ini berbeda dengan pedagang yang tidak merasakan resiko yang sama dengan petani.
Selain itu Potensi pertanian Sulut yang besar pada kenyataannya berbanding terbalik dengan kondisi sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin.
“Upaya-upaya pemerintah jangka pendek untuk mengatasi hal tersebut sudah dilaksanakan melalui Program ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) melalui pemberian Bantuan Bibit kelapa dan cengkih di Bolsel. Kedepannya akan dilaksanakan sejumlah Program strategis untuk meningkatkan daya saing produk-produk hasil pertanian.” jelas Olly.
Menanggapi nasib para petani cap tikus, Olly menyampaikan sudah mengutus tiga kepala daerah dalam memperjuangkan nasib para petani dalam pembahasan RUU Minuman Alkohol.
Kedepannya Daya saing produk hasil pertanian atau cap tikus harus diarahkan lebih bernilai agar berkontribusi dalam aktifitas perdagangan dan perekonomian daerah. (***/rizath polii)
