MANADO – Pemerintah Provinsi Sulut melalui Sekretaris Daerah Ir. Rachmat Mokodongan menghimbau kepada masyarakat khususnya lagi yang ada pada bandaran atau hulu sungai agar supaya tidak membuang sampah di sungai terkait dengan cuaca yang akhir-akhir ini sulit untuk diprediksi. Dari hasil penilaian Pemerintah Provinsi ternyata 68 persen yang membuang sampah disungai dari kalangan kaum wanita yang kebanyakan ibu-ibu.
Hal tersebut disampaikan Mokodongan di ruang kerjanya kepada sejumlah wartawan pada Jumat, (21/10) sore. Ia mengatakan “khusus yang satu ini saya menghimbau kepada ibu-ibu karna ternyata 68 persen yang membuang sampah di sungai itu dominan ibu-ibu.”
Mokodongan juga menegaskan terkait dengan cuaca saat ini yang semakin ekstrim agar supaya masyarakat diminta untuk menghindari, menjaga, mengendalikan diri untuk tidak membuang sampah di sungai “sekali lagi untuk tidak membuang sampah disungai. Ini yang nantinya menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran-aliran air sehingah terjadi banjir (meluapnya air disungai) apakah itu dilingkungan, Kelurahan dan Desa.”
Ia juga menambahkan “marilah bersama-sama dengan Pemerintah agar laut kita khususnya Bunaken tetap terjaga kebersihannya.” (jrp)

Wahh kasian tu ibu2 yang buang sampah disungai…sebenarnya sampah2 yang masuk sungai itu adalah sampah2 yang dibuang sembarangan dimana2, di selokan2 dan kalau hujan hanyut terbawa air ke sungai kemudian ke laut kemudian terdampar di bunaken dan dimana2 saja all over the world ???? terbawa arus.. jadi siapa penyebabnya ???? coba kalu tiap torang pribadi sadar..tidak buang sampah sembarangan…pasti bersih…!