Tahuna – Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Perjuangan, Thajo Kumolo bersama Bendahara PDI Perjuangan, Olly Dondokambey melakukan temu kader partai se-Kabupaten Sangihe, Kamis (6/2/2014). Kehadiran pengurus teras PDI Perjuangan ini dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun Kepulauan Sangihe yang ke–589 tahun serta perayaan acara adat Tulude.
Dalam arahannya Kumolo mengharapkan semua kader partai untuk bertekat memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini. Serta berharap Kepulauan Sangihe dapat berkembang dengan baik, dimana Kepulauan Sangihe merupakan kabupaten perbatasan.
“Ingat Bung Karno mencanangkan propinsi Sulawesi Utara, yang ujung tobaknya adalah Kabupaten Sangihe, karena merupakan pintu Gerbang Indonesia dan Wajah dari pada Republik Indonesia yang berbatasan dengan Negara tetangga,” ungkapnya.
Dikatakannya pula, bupati dan wakil bupati adalah kader PDI Perjuangan yang memiliki tugas penting untuk memoles kabupaten perbatasan melalui pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat Sangihe sendiri.
“Mari kita tinggkatkan transportasi laut maupun udara, kalau perlu ada pelayanan maskapai penerbangan setiap hari melalui Bandara Naha sehingga roda perekonomian masyarakat Sangihe akan semakin meningkat sesuai dengan tujuan dari partai PDI Perjuangan yakni berjuangan untuk kesejahteraan rakyat,” tutupnya dihadapan ratusan kader partai yang hadir.(gun)

Loh…koq bisa ya…
setahu saya…Pesta Adat Peringatan HUT Daerah Sangihe adalah 31 Januari bukan 6 Pebruari…
Tapi tak apalah…
mungkin di Era Pemerintahan PDIP…Pesta Adat TULUDE bisa seenak perut ditentukan oleh penguasa…mau tanggal berapa kek…peduli amat dengan TRADISI ADAT… yang penting kepentingan yang diinginkan bisa tercapai…
dan setahu saya…dalam catatan sejarah Daerah…tak pernah satu kalipun PESTA ADAT TULUDE dilakukan ditingkat Kabupaten pada tanggal selain tanggal 31 Januari…
tapi tak apalah…disesuaikan dengan jadwal Sarundajang dan Olly Dondokambey…peduli amat dengan ADAT SANGIHE…
Yang penting adalah PESTANYA bukan ADATNYA…
Tapi setahu saya juga…ALAM SANGIHE DAN ADAT SANGIHE telah menyatu erat sehingga penghianatan terhadap TRADISI TULUDE 31 JANUARI adalah ‘poso’ menurut kata-kata tua-tua Adat…
Tapi tak apalah…Adat dan masyarakat Sangihe mengorbankan tradisi ini demi kedatangan Sarundajang yang diyakini oleh seluruh masyarakat bahwa Penundaan Tulude ini demi kehadiran Sarundajang…
tapi apakah saya yang gak baca ataukah Beritamanado yang lupa memberitakan…apakah Sarundajang hadir pada Pesta Adat Tulude yang sedianya akan digelar khusus untuk kedatangannya…???