Kota Manado

SBY Jangan Biarkan Pengrusakan Gereja !

MANADO – Pengrusakan dan pembakaran beberapa tempat ibadah di Temanggung, Jawa Tengah terus menuai kecaman. Terakhir, Forum Peduli Umat (FPU) Sulut, melalui Koordinatornya, Clara Sangian, mendesak agar SBY selaku Presiden di negara ini agar bertindak cepat dan tidak membiarkan pengrusakan gereja serta tempat ibadah lain.

”Pemerintah harus memberikan jaminan kepada seluruh rakyat Indonesia agar bebas memeluk agama dan beribadah. Saya kira ini sudah jelas dalam UU Dasar 45, jadi kalau ada sekelompok orang yang berbuat anarkis, langsung ditindak dong! Jangan diam,” ujar Clara, Rabu (09/02).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengkomunikasikan ini dengan elemen pemuda lainnya di Sulut, untuk melakukan protes secara terbuka ke pemerintahan SBY. ”Kalau pemerintah sudah tidak bisa menjamin kebebasan beragama di negeri ini, mau jadi apa negara kita? ujarnya lagi.

Sementara itu, Eki Limpong, Wakil Ketua PDIP Bumi Beringin, meminta agar seluruh partai di DPR RI maupun di DPRD Sulut mendesak ke pemerintah pusat maupun Pemprov Sulut, untuk mengambil langkah-langkah taktis yang bisa membuat warga teduh.

”Terus terang kalau melihat kondisi sekarang masyarakat dalam keadaan panas, jadi pemerintah harus tanggap dan bertindak bijaksana,” ujarnya lagi. (abm)

5 tanggapan untuk “SBY Jangan Biarkan Pengrusakan Gereja !”

  1. SBY Jangan Biarkan Pengrusakan Gereja ! ?hmmmm ….rupa tu punya kemampuan jo…..kalo bking album pop boleh jo : )))

  2. Kepada Bapak Pengambil keputusan di Negeri ini ,sebuah isu yang ditebarkan oleh kelompok, ato oknum, tertentu sangat berbahaya pada saat kondisi dan situasai saat ini.Ketidak nyamanan kelompok minoritas di Negeri ini adalah SKB Menteri yang hanya keinginan kelompok mayoritas.Komentar sdr Jerryfp benar adanya coba buktikan di lapangan ,banyak sdr sdr sesama anak bangsa yang menjerit tidak bisa menjalankan ibadahnya karena ancaman kelompk mayoritas. Laporan Pemda ke Pemerintah hanya baik baik saja ,sesungguhnya di semua daerah di negeri ini penuh kebohongan, disemua Kab/Kota ada pasti ada warga yg beragama lain selain dari agama mayoritas,ttp tidk bisa beribadah karena takut. Hal inilah yang perlu dimuat dalam U U Kerukunan Umat beragama,tidak dengan SKB SKB yang kurang memiliki kekuatan hukum ..Kementerian Agama RI Buktikan Omongan Bapak.SKB dirubah ke Undang Undang….!

  3. @Broer jusuf & Antoni : Sepakat dengan pendapat saudara. Ketegasan seorang Pemimpin negara harus dikonkritkan. Semua tergantung Presiden, instruksikan Kapolri dan lintas departemen untuk menutup seluruh akses para perusuh. Kalo dibiarkan seperti ini Sang Khalik akan murka, bencana disana-sini. Jauhi paham exklusivisme, hal surga neraka kedalulatan Allah. Hal menghakimi hak Tuhan. Sinisme banyak oknum yang menganggap diluar Islam adalah kafir, adalah tindakan Pencurian Otoritas Allah. Tuhan itu baik kepada semua orang, tanpa pengecualian. Aliran radikalisme ini harus secepatnya diambil tindakan tegas dan seberat-beratnya (bagi oknum aliran islam yang menggunakan nama islam untuk menghancurkan Bhinneka Tunggal Ika). Presiden harus cepat dalam menyikapi masalah ini jangan berdampak pada isu sara. Mantan Presiden Soeharto yang notabene tidak menempuh jalur pendidikan formal tertinggi, tapi mampu mengatasi masalah ini, lebih2 seorang SBY. Buktikan !!! Kami tidak butuh retorika, kami butuh ketegasan.

  4. VIRUS dari kerusuhan & pengrusakan rumah ibadah yg terjadi di INDONESIA adalah SKB 3 MENTRI(harus di cabut)…Dan obat paling mujarab untuk menghentikan para perusuh adalah TEMBAK DI TEMPAT..

  5. SBY pe telinga so full untuk semua issue… jadi sekarang ndak usah mo ba bilang ba taria ato mo ba tulis for SBY. Musti kuleto kecil dan besar pa SBY. Kuleto itu musti dari Manado stow?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara