MManado – Masa pengabdian anggota DPRD Sulut periode 2014-2019 genap setahun pada 8 September 2015 kemarin. Namun keaktifan dan kedisiplinan anggota dewan masih menjadi sorotan masyarakat.
Bukti konkrit pada dua agenda rapat paripurna terakhir yakni 7 dan 8 September 2015, agenda rapat dimulai tidak tepat waktu alias molor.
Pemerhati politik Dino Sekoh menilai DPRD Sulut yang merupakan bagian dari pemerintahan daerah belum maksimal memberikan contoh sekaligus pelayanan politik kepada masyarakat.
“Kehadiran anggota masih minim bahkan di rapat paripurna sekaligus. Rapat-rapat sering molor meskipun beberapa anggota DPRD seperti Ferdinand Mewengkang dan Jems Tuuk menunjukkan kedisiplinan dengan hadir tepat waktu,” tutur Dino Sekoh kepada beritamanado.com, Rabu (9/9/2015).
Kedepan DPRD lanjut tokoh pemuda gereja ini harus meningkatkan kinerja sesuai tupoksi serta responsif pada aspirasi masyarakat.
“Legislasi, budjeting dan pengawasan adalah tugas pokok DPRD, namun diperlukan sikap respon tinggi karena pengalaman selama ini ketika masyarakat membawa aspirasi di sekretariat DPRD hanya diterima beberapa anggota dewan saja,” tukas Dino. (jerrypalohoon)
