Agama dan Pendidikan

Satu Dasawarsa Salam ‘GenRe’ Riwayatmu Dulu

Pasca uji coba media, penulis berupaya mencerna dan mencermati masukan dari siswa Percik tentang tagline yang gue buanget, membuat penulis harus berpikir keras menemukan jawabnya. Pada suatu kesempatan dimana penulis sedang nongkrong mencari inspirasi, tiba-tiba sekumpulan anak muda yang juga sedang bersantai menyatakan bahwa, saat ini genre musik mahasiswa makin mengarah ke jazz.

Dialog anak muda tentang genre musik ,terus terngiang dan akhirnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa KIE PKBR, akan dikemas dengan tagline GENRE, akronim dari Generasi Berencana, yang diharapkan dapat menjadi trendsetter baru BKKBN, sebagaimana artikel penulis yang dikemas dalam bentuk kalimat bertutur dan dimuat di Majalah Jurnal Keluarga BKKBN Tahun 2009.

Dipilihnya frasa GENRE karena penulis beranggapan sangat akrab dikalangan remaja/anak muda, juga sebagai implementasi pendekatan adolescents Friendly (ramah remaja) sehingga diharapkan proses penetrasinya akan lebih mudah dan cepat.

Setelah berdiskusi dengan Andy Ismoyo dan Freddy Aritonang, disepakati bahwa tagline GENRE disesuaikan penulisannya dengan selera remaja menjadi GenRe yang benar-benar adolescent friendly.

Sebelum tagline GenRe dimasyarakatkan, penjelasan di internal BKKBN dilakukan untuk kesamaan persepsi, bahwa GenRe bukan menggeser PKBR, tetapi GenRe adalah kemasan kampanye, yang substansinya PKBR, dengan pesan inti Pendewasaan Usia Kawin, dan pesan pendukung triad kesehatan reproduksi, yang meliputi tidak seks bebas, tidak narkoba dan hindari HIV/AIDS.

Seiring perjalanan waktu, konsep tagline GenRe, disetujui oleh Kepala BKKBN alm Dr dr Sugiri Syarief MPA, untuk dimasyarakatkan, yang diawali dengan produksi Public Service Anouncement, dan diikuti oleh media kampanye lain, dan kegiatan-kegiatan operasional hingga saat ini.

GENRE UNTUK SEMUA

Di akhir tulisan ini, penulis ingin melawan lupa bahwa, pada awal konsep GenRe disetujui, luasan kampanyenya harus menjangkau semua segmen remaja, maupun orang tua yang memiliki remaja. Jadi kampanye GenRe untuk semua, termasuk remaja penyandang disabilitas.

Ada 2 hal yang diusulkan, dan menjadi catatan khusus untuk disikapi lebih lanjut yakni; Pertama; membuat media dengan huruf Braille, tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, agar kampanye GenRe dapat menjangkau semua remaja tanpa kecuali.

Kedua; mengusulkan pembentukan organisasi sejenis kaukus, atau assosiasi dikalangan pemerintah daerah kabupaten/kota peduli GenRe, terutama bagi daerah-daerah yang perlu penanganan remaja melalui pendekatan GenRe dalam menyongsong masa depan sebagai pribadi yang matang.

Akhirnya memang harus diakui, bahwa kampanye GenRe penting dilaksanakan secara massive lintas sektor agar masalah yang dihadapi dapat terjawab dengan baik dan konfrehensif dengan semangat kebersamaan, seperti semboyan Henry Ford pendiri pabrik otomotif Amerika ternama. “Datang bersama adalah permulaan, tetap bersama adalah proses, berpikir bersama adalah keutuhan, bekerja bersama adalah keberhasilan”. Salam GenRe.

Selamat hari Sumpah Pemuda, maju terus pemuda Indonesia.

Jakarta, medio Oktober 2019
Penulis.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara