Politik dan Pemerintahan

Sarundajang: Macet Lambang Kemakmuran

Manado – Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang mengatakan kemacetan lalulintas adalah lambang kemakmuran ketika menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi yang menyentil kemacetan lalulintas pada rapat paripurna di DPRD Sulut, Kamis (20/11/2014).

“Macet lambang dari kemakmuran. Sampah juga lambang pertumbuhan. Intinya harus diatur. Penambahan kendaraan 4000 per tahun. Tol salah-satu solusi kemacetan, minimal arah timur akan longgar”, tutur Sarundajang pada paripurna yang dipimpin Steven Kandouw.

Pertumbuhan daerah lanjut Sarundajang tak lepas dari investasi. “Saya paling tidak suka jika investor dihambat. Sebaliknya perijinan harus dipermudah karena daerah tanpa investor pasti mati”, tukasnya. (jerrypalohoon)

Satu tanggapan untuk “Sarundajang: Macet Lambang Kemakmuran”

  1. maaf ya pak, Macet dan sampah itu lambang ketidak disiplinan !, dan semakin banyak investor masuk, maka semakin banyak pemasukan daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain adanya pembangunan sarana prasarana umum seperti GOR Koni Sario, Stadion Klabat, pembangunan fasilitas sekolah, kesehatan, pasar dan transportasi umum.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara