MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) ingatkan nelayan untuk tidak menebang bakau yang tumbuh di pesisir pantai, karena menjadi benteng daratan bila terjadi ombak besar. “Jangan memotong bakau untuk dijadikan jalur jalan. Hutan bakau yang tumbuh di pesisir pantai besar manfaatkan untuk menjaga daratan,” kata Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Sinyo H Sarundajang, Rabu (23/5).
Dia mengatakan, bila hutan bakau terjaga kelestariannya, akan menjadi sumber makanan bagi ikan yang dikonsumsi sehari-hari dan menjadi sumber bagi tangkapan nelayan. ” Areal bakau juga menjadi tempat ikan memijahkan telurnya, kemudian tumbuh secara perlahan menjadi dewasa dan bisa ke laut lepas dan perairan dangkal,” katanya.
Gubernur mengingatkan, bahaya abrasi yang tidak bisa dikendalikan yang secara perlahan akan mengikis areal pesisir di mana permukiman penduduk berada. ” Sangat penting menjaga hutan bakau. Coba kalau sudah ditebang, pasti sedikit demi sedikit daratan yang ada di pesisir berkurang luasannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Joy Korah mengatakan,penebangan bakau dapat mengakibatkan nyamuk berpindah tempat ke daerah pemukiman warga. “Karena itu bakau erat kaitannya dengan kesehatan, sumber makanan serta ketersediaan bibit ikan. Kalau kita rusak berarti akan ada dampak untuk kesehatan dan produksi ikan,” ungkapnya.(niel)

Kalo mo jujur, berapa sih kerugian secara ekologi dan ekonomi dari bakau yg ditebang nelayan dibandingkan dengan perizinan yg diberikan oleh pemerintah untuk merobah kawasan pantai menjadi kawasan ekonomi (seperti reklamasi dsb)? Kadis DKP musti jelaskan itu…..