
Manado, BeritaManado.com — Di situasi pandemi COVID-19 yang belum pasti akhirnya ini menggugah keprihatinan Sandra Rondonuwu terhadap nasib petani, terutama petani Cap Tikus.
Tentu dalam kondisi yang memprihatinkan ini sudah saatnya semua berpikir dan mencari jalan keluar agar situasi ekonomi bisa lebih membaik.
Salah satu cara menurut Sandra Rondonuwu (Saron) adalah mendorong pemerintah untuk melakukan pembelian produk hasil petani lokal untuk kebutuhan melawan pandemic COVID-19.
Dan benar saja, Pemerinah Provinsi Sulawesi Utara Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw melalui Dinas Perkebunan Sulawesi Utara melakukan pembelian massal produk cap tikus untuk dijadikan desinfektan dan penyanitasi tangan (hand sanitizer) yang nantinya akan digunakan pada fasilitas-fasilitas pemerintah, termasuk ke fasilitas kesehatan.
“Saya salut dengan pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang mau melakukan pembelian bahan baku desinfektan yakni cap tikus kepada petani Sulut khususnya Minahasa Selatan karena dengan begitu roda ekonomi petani dapat bergerak sehingga dapat berdampak pada perekonomian Sulawesi Utara secara umum,” tutur Rondonuwu yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Sulut ini.
Untuk memastikan prosesnya berjalan lancar, Saron tak tanggung-tanggung langsung turun memantau langsung pembelian cap tikus yang dilakukan di beberapa tempat diantaranya di desa Wanga, desa Tokin dan desa Ranomea.
“Ini tentu bisa menjadi perluang bagi petani cap tikus bila memang kebutuhan desinfektan atau bahkan kebutuhan bahan baku alkohol medis pasti ini akan menjadi peluang besar karena tentu permintaan cap tikus makin meningkat lagi,” katanya.
Sebelumnya menurut Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara , Ir. Refly Ngantung, pihaknya juga sudah melakukan pembelian kepada petani-petani penghasil cap tikus di beberapa tempat.
