Kota Manado

S.H. Sarundajang Memorial Lecture 2022: Di Laut Kita Jaya

S.H. Sarundajang Memorial Lecture 2022: Di Laut Kita Jaya
Taman Baca SHS resmi dibuka untuk umum

Manado — S.H. Sarundajang Memorial Lecture yang diprakarsai oleh Dr. Pri Utami kembali di gelar pada tanggal 14 Februari 2022.

Memorial Lecture kali ini mengangkat tema “Di laut Kita Jaya”, dilaksanakan untuk memperingati 1 tahun wafatnya Dr. S.H. Sarundajang dan merupakan rangkaian peresmian Taman Pustaka SHS.

Kegiatan berjalan secara bauran, yaitu luring dari Taman Pustaka SHS di Kawangkoan dan daring melalui platform zoom.

Memorial Lecture kali ini sangat spesial karena melibatkan beberapa cucu almarhum, yaitu Natasha Vanya Makaminang dan Sebastian Ryolde Moningka yang bertindak sebagai pembawa acara.

Sementara host acara tersebut adalah Research Centre on Border Mapping and Management, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang didukung oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).

Dr. Sri Fatmawati selaku Ketua ALMI dalam sambutannya menyatakan, penyebarluasan ilmu pengetahuan oleh para pakar sangat penting untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmiah unggul dalam masyarakat Indonesia.

Putra almarhum Dr. S.H. Sarundajang, Fabian Sarundajang selaku wakil keluarga menyampaikan apresiasi kepada para ilmuwan Indonesia yang mengangkat gagasan-gagasan almarhum dan memperbaharuinya sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Fabian mengundang masyarakat Sulawesi Utara untuk memanfaatkan ribuan pustaka koleksi Perpustakaan Dr. S.H. Sarundajang yang kini telah dapat diakses oleh masyarakat umum.

Pembicara pertama adalah Dr. Made Andi Arsana Ahli (Aspek Geodesi Hukum Laut, Ketua on Border Mapping and Management, FT UGM).

Dr. Arsana memaparkan tentang Djuanda di Abad 21: Tantangan dan Peluang Menjaga Kedaulatan dan Hak Berdaulat di Laut Nusantara.

Pembicara ke dua adalah Prof. Desy Mantiri (Guru Besar Kelautan, UNSRAT) yang memaparkan tentang Laut Sebagai Masa Depan.

Pembicara ke tiga adalah Dr. Yosmina Tapilatu (Peneliti Oseanografi Biologi, Pusat Riset Laut Dalam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Judul pemaparan Dr. Yosmina adalah Keanekaragaman mikroba laut dalam dari timur Indonesia: status terkini dan peluang riset ke depan.

Kesimpulan dari Memorial Lecture ini Antara lain:

  • Kedaulatan atas laut hanya terjadi saat semua menguasai pengetahuan akan laut sendiri, mengetahui batas-batas wilayah di laut, mengetahui potensi sumber daya, hingga mengerti cara memitigasi ancaman bahaya dari alam maupun dari negara lain.
  • Perlu teknologi, peralatan, pengindra, wahana, dan kemudian mengelola data dan informasi untuk menjawab keingintahuan.
  • Laut adalah masa depan. Pemikiran Dr. Sarundajang baik dalam hal geostrategi pada umumnya maupun dalam hal kemaritiman dan ekonomi biru dapat menjadi titik tolak dari penelitian-penelitian oleh para ilmuwan muda, dan menjadi acuan bagi pembuatan kebijakan-kebijakan pembangunan.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara