
MANADO – Meski terbilang masih jauh, bahkan saat ini Prof Dr Donald Rumokoy SH MH, masih sedang berjuang agar terpilih sebagai Rektor Unsrat kali kedua.
Namun, beberapa kalangan kampus mulai mewacanakan sang Rektor Unsrat ini, jika maju dalam pemilihan Gubernur Sulut tahun 2015 nanti.
Informasi yang diperoleh, banyak kalangan memperkirakan Rumokoy idealnya disandingkan juga dengan politisi yang berlatar belakang akademisi, dan figur itu jatuh pada Victor Mailangkay SH.
Politisi kawakan Golkar yang telah beberapa kali menjadi anggota DPRD Manado, maupun DPRD Sulut serta sering menjabat posisi sentral di Partai Golkar, membuat figur Victor dinilai sepadan untuk disandingkan dengan Rumokoy, jika tertarik maju di suksesi Gubernur depan. (don)

SAMA JO KITA LIHAT !!..
…SEMUA SUDAH PENUH DENGAN GELAR DAN
JABATAN SANA-SINI..KEDUDUKAN SANA-SINI..
TAPI SETELAH SELESAI !! ..TIDAK ADA HASIL YANG DIA BUAT..
…PALING CUMA KELIHATAN MANTAN PEJABAT …GUB..BUPATI…DLL
…DARI DULU INI MODEL BAGINI NYANDA ILANG-ILANG…ORANG TANYA
KASANA SAPA DIA ??? DAPA LIA RUPA HEBAT…OHHH MANTAN GUB..MANTAN REKTOR…DLL…TAPI NYANDA ADA HASIL YG DI BUAT SELAMA JABATANNYA…KOSONG…
..LAGI MUSIM JADI PNS…SAMUA MASO PNS….LAGI MUSIM JADI CALEG…SAMUA BA CALON…LAGI MUSIM JADI BUPATI …SAMUA IKO BACALON…LAGI MUSIM BACALON GUB SAMUA IKO..LAGI MUSIM BUKA PARTAI SAMUA IKO LEI….SAMPE ITU MULU SO BAGABU-GABU..BAEWE KARNA MO IKO RAME SAMUA….
…TORANG CUMA GENERASI IKO-IKO PANTA…
…
…..
……
NYANDA ADA TEROBOSAN DAN CIPTAAN YANG BARU…
Sebagai akademisi, saya hormat atas komentar mendasarkan pada “intelectiual approach”, objective, tanpa terpengaruh oleh “euphoria” yang reactive dan tidak “reasonable” seperti yang dicontohkan oleh intelectual muda Franky Mocodompis, Fike Onga dan yang lain, yang ndak pakai nama samaran. Kaum intelektual harus bersikap hormat terhadap perbedaan pandangan dan tentu tidak boleh “debat kusir”, tanpa logika dan bukti empiris. Apalagi, kalau mengacu pada teori relativisme dari Eistein, ada yang mengukur kemajuan Unsrat dari Gedung Gedung dan Infrastruktur, ada yang megukur bukan terutama ‘kemegahan bangunan rumah’ tapi kerukunan dan produktivitas “rumah tangga” yang mendiami rumah itu.
Tentu, siapa yang ndak suka “rumah” bagus”, “mentereng”? pastiu semua suka. Cuman, idealnya ialah “rumah bagus” dan “rumah tangga” juga bagus, harmonis, berwibawa, berintegritas, berkwalitas. Dari sudut tampilan “bangunan” harus diakui Unsrat sudah tampil liumayan, semoga “rumah” yang makin bagus ini, menghasilkan “alumni” yang bisa kompetitip dengan alumnus dari Univwersitas lain. DalaM ERA PERSAINGAN pasar sekarang ini, ukuran kwalitas akan ditentukan twerachir oleh “pasar”…Malu kan kalau sebuah lembaga Pendidikan YTinggi meluluskan seseorang “cum laude” tapi ndak laku di pasar kan?….
Tahun 2015, akan diberlakukan “tiga bebas” dengan terbentyuknya Masyarakat Ekonomi Asean. Bebas keluar masuk komoditi dagang, bebas keluar masuk investasi, dan ‘bebas keluar masuk tenaga kerja” (free trade, free investment and freem labour mobility). Jadi alumni Unsrat tidak hanya bwersaing dengan Alumnbi UNIMA, Unklab, DelASALE, tapi akan bersaing dengan alumni dari Universitas di Asean…..
Artinya, salut atas kemajuan pembangunan fisik Unsrat…tapi Rektor dan jajarannya sekarang masih harus terus berupaya agar “standard kelulusan Unsrat” harus bertaraf “nasional” dan “internasional”….geli kan kalau lulusan S2 Unsrat, bahasa Inggrisnya aja, ndak bisa lancar….
Memang ada yang menyindir saya untuk berhenti saja berkomentar…somo pensiun lei kwak…dan sudah malahan kurang direkomendir (oleh Unsrat, Rektor?) untuk diperpanjang, tapi sudah merupakan ‘natural law’ (yang mengatasi aturan di sebuah lembaga, termasuk PTN) bahwa “the power of mind” nanti hilang pada saat “tubuh yang fana” ini berachir….Makanya dibanyak Universitas di dunia yang saya kunjungi, a.l Seorang Professor saya di ANU Australia, Professr Heinz Arndt, sampai akhir hayatnya pada umur hampir 90 tahun, masih tetap diperanlkan sebagai “Emeritus Professor”…di Sulut mungkin agak lain ya?….Contoh konkrit, walaupun saya akan dipensiunkan oleh Unsrat, (masih menunggu SK Mendikbud) tapi February 2012 akan masih melanjutkan pengabdian intelektual ini di Proigram S2,dan S3, Institut Pertanian Bogor….Viva Unsrat, semoga ada Rektor Unsrat yang bisa jadi Gubernur dimasa mendatang..kita berusaha Rektor sekarang ini bisa jadi Gubernur, tapi .kalau belum yang sekarang ini, berusaha untuk waktu2 mendatang….Semoga.
@Klabat; Pak Klabat rupa mantap tu comment2 disini. Maju trus! Dengar2 ada rencana mo maju ke ajang PILBUP ini? Jgn lupa kase2 info kamari. Biar so di jao mar msh update trus tu berita2 di Manado. Semoga jo tu orang Manado yg Tuhan kase kesempatan jadi pemimpin pa torang pe negara ini bisa membawa misinya TUHAN. Kalo Tuhan menyelamatkan umatnya, kalo pemimpin menyelamatkan bangsanya. Amin!
Setuju deng Fiko. Untuk maju, itu hak politik setiap orang. Apakah akan terpilih atau tidak, tergantung dari pilihan rakyat yang memilih (soalnya ada yang tidak memilih). Kita sendiri pernah kuliah di Unsrat dan di Unklab. Yang paling utama dalam pendidikan di sekolah (dari SD s/d Universitas) adalah membangun karakter dan jati diri. Skill dan knowledge tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan atau menciptakan pekerjaan. Motivasi dan Karakter mahasiswa yang perlu diperkuat.
[email protected]…MANTAP 100% …SETUUUUJAAAA…!!!
Pada prinsipnya maju atau tidak itu adalah hak politik seseorang. Trus untuk Klabat, dilain sisi ada benarnya semisalnya terkait dengan kelulusan, setau saya bukan hanya delasale yang langsung di kontrak oleh berbagai company, tapi mungkin Unklab juga. Hal seperti itu juga sering terjadi di unsrat. Tapi sebenarnya dalam posisi ini unsrat harus berbenah bukan hanya dari infrastruktur tapi bagaimana menimbulkan atau menciptakan Atmosfir akademik. Ini yang kelupaan di unsrat, bung alumni unsrat. Sebab dengan hadirnya bebrapa PT Swasta itu merupakan kompetitor unsrat. Dan Unsrat harus siap dengan apapun evaluasi yang diberitan.
Sya adalah alumni unsrat, tapi memakai nama langsung bukan samaran. Kalau selama kita bermain dalam staitmen seperti petak umpet maka dengan demikian kita memperlihatkan betapa pecundangnya kita. Marilah kita berargumentasi secara objektif dan rasional demi pengembangan dunia pendidikan sulut, bukan hanya unsrat, delasale atau yang lain. Ingat tugas kita bagaimana mampu membawa indonesia bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Trimakasih Tuhan Yesus Memberkati.
Pak Alumni Samrat, perlu diketahui bahwa saya bukanlah kerja atau dosen atau alumni atau apapun yg berhubungan dengan De La Sale.
Saya cuma mengkritisi apapun yg saya anggap perlu dikritisi.
Maaf kalau saya merujuk/referensi ke universitas lain dan itu salah menurut opini anda. Cuma anda perlu juga menerima realita bahwa banyak lulusan Unsrat yg pengangguran dan cuma menunggu saja adanya pengangkatan PNS tanpa ada inisiatif untuk membuka suatu lapangan kerja. Bahkan didaerah saya ada seorang dgn gelar S2 menganggur dan ini kenyataan yg ada dilapangan.
Pak alumni Unsrat kalau anda mengikuti comments saya maka anda akan mendapatkan bahwa saya selalu mengkritisi baik itu Gubernur/Walikota/Bupati yg kinerjanya/programnya tidak memihak/mengorbankan masyarakat. Sampai sekarang saja saya menunggu realisasi dari Gubernur yg katanya telah menggaet investor dari Eropa/Rusia. Mana realisasinya ?
Sorry buat Alumni Unsrat yg merasa saya mendiskreditkan Unsrat.
Sekian saja respon saya kepada Alumni Unsrat.
Selamat kepada pak Mangindaan atas diangkatnya sbg MENTERI PERHUBUNGAN.
Tapi kalau dengar2 pak Mangindaan ttp di Kabinet bukan karena kinerjanya tapi karena beliau adalah teman paling dekat dari Bpk Presiden SBY.
Sewaktu menjadi MENPAN rapor pak Mangindaan kurang baik karena di daerah sendiri saja ada dua kasus yg memalukan yaitu kasus penerimaan PNS di Bolmong dan MINUT. Mudah2an di DEPHUB akan lebih bersinar.
Saya cuma mau menitipkan pesan dari seorang teman yg ketemu saya di pesawat sewaktu akan ke Amerika, kebetulan dia mau naik kapal di Houston. Dari cerita yg saya tangkap katanya AMI Bitung sangat kesulitan untuk melakukan ujian negara. Mungkin bapak bisa membantu daerah kita dengan menyelesaikan persoalan saudara2 yg kuliah di AMI BITUNG itu.
Pak Mangindaan juga mungkin bisa me-resuffle direktur Angkasa Pura (yg di airport Samrat) karena dengan nyata2 ternyata menghambat kemajuan daerah SULUT. Dan kalau bisa di lobi lagi LIONAIR untuk merealisasikan rencana mereka menjadikan Airport Samrat sebagai Homebase-nya.
Juga pelaksanaan Bitung sebagai pintu gerbang Indonesia ke Pasifik juga bisa lebih dimatangkan.
Itu saja masukan saya kepada pak Mangindaan mudah2an ada perhatian dari .
saya yg balik heran dgn penilaian anda bung/nona klabat. simpel saja, kalau memang universitas lain lebih bermutu toch kenapa unsrat makin lama, makin tinggi peminatnya? kalau bung klabat bilang universitas lain lebih bermutu, kenapa mahasiswa baru tidak masuk di universitas yg lain lebih bermutu contohnya delasale yg anda tulis?
atau mungkin anda kerja, atau alumni delasale terus statementnya seperti itu. mungkin bisa diluruskan kalau saya salah.
terus kalau anda ragukan kemajuan dibawah Prof. Rumokoy, sekarang saya tanya balik, walikota dengan gubernur ada beking kemajuan apa dang sekarang? kriminalitas turun, bbm gampang mo cari, nda pernah mati lampu, jalan so nda ada yang rusak atau yang mungkin depe Rakyat lebih pandai stow kang sekarang, sama dengan komentator yang ada di berita ini?
harus diakui dari infrastruktur unsrat sekarang mengalami kemajuan, kecuali orang buta noh yang ada ‘lihat’. belum tuh lain-lain yang nda mungkin mo bilang disini. sedang komentar ini so panjang, apalagi kalau mo bilang satu persatu, nda mungkin. jangan membantah kalau soal itu, datang langsung ke unsrat. Tabea
Pak [email protected]. Oh makasih koreksi anda, iyo katik no “cum-laude” menurut standardnya Rektor…..semoga standard ini laku di pasar kerja…malo dok kalu “cum laude” pengangguran kang?….gbu.
Bila diukur dari kapabilitas, pasangan ini menjanjikan : akademisi yang melek politik-birokrasi dan politisi berpengalaman/mantan sekretaris golkar sulut. Bila dilihat dari prospek politik sepertinya pasangan ini butuh banyak upaya meyakinkan partai pengusung : golkar. Bila ‘klan’ pak alm sondakh/klan pak imba/svr yg pimpin golkar sulut baru peluang pasangan ini terbuka. Tapi bila muncul klan baru spt paruntu atau gerungan, saya berpendapat pasangan ini sulit terwujud. Apalagi jika rencana pilgub menjadi ‘lahan’ dprd. Tapi politics is an art, itu juga berulang Prof Lucky ajarkan dulu. Perubahannya bisa sangat mengejutkan, dlm hal ini anything is possible. Apalagi Prof Donald pernah menjadi ketua KPUD Sulut. Jadi kita yg berdiskusi, mungkin perlu menunggu uu pemilu/pemilukada disahkan.
Samua bole mo maju cuma ja lia tu yg mo maju pe track record.
Kalu pak Prof. DR Sondakh bilang tu Prof. Rumokoy da beking kamajuan tu Unsrat sampe kase nilai “Excellent”? Apa butul?
Sekarang Unsrat cuma da bagitu2. Dia pe mahasiswa adu cerdas di tingkat nasional samua memble. Jadi apa ini kemajuan?
Pak Prof. Sondakh ka;lu ja kase penilaian yg fair dooong!
Masak menilai kalah sama anak S1 ?
Mengapa saya bilang begitu ? karena banyak alumni UNSRAT yg penganguran sekarang. Semua cuma menunggu kalau ada penerimaan PNS.
Malah kalu torang mo lia itu Universitas De Lasale yg lebe bermutu.
Kalu untuk maju sebagai Balon Gubernur siapa saja bisa asalkan didukung, silahkan maju pak PROF. RUMOKOY
Kita mo iko le Adano…. Nnt Om Lucky jo tu ba diskusi sandiri…. hehehehe….
Adoh, gelar professor kote so ja pake le disini?
khusus berita ini, lengkap sudah tipe-tipe komentator di beritamanado. ada pengecut,provokator,pencibir,asal ngomong,dll
mar itulah orang manado pe jago.hahhahha…… maju terus pak rektor
dr ngana p kta2 ‘pp palsu’ kantara bocah kote.for apa qt mo bjilat kng mo nae jabatan kalo qt d luar unsrat.hahaha……
mar daripada provokator,tntu lebe bae penjilat walaupun dua2 bisae.penjilat org laen nda mo rasa rugi,mar provokator pikir jo bae2 bocah.
ngana evert,kalo nda salah ngana kang tuh monareh p kakitangan yg walikota ada rolling tuh hari??kalo ngana org minahasa,ngana yg ator so tuh rakyat disana.cek bae2 dulu asal mana pak Rumokoy,baru komentar,asbun satu leh kote ngana satu.cek jo noh,baru disini so dapa lia tuh pemilih yg jelas kng nda pake nama palsu.cuma BM p wacana kw,kng mo tanggapi serius.aneh leh.hahahahaha……
dari Tevie S.
Om-om tanta-tanta sekali lagi saya bilang Ini bukan tampa yang tepat kalau mau pake nama asli..makanya BM nda mengharuskan itu karna mereka tau kalau itu di haruskan ditanggung site traffic nya turun dratis, tasisa prof, hengky, anes sapa lei sony tandayu…
Dan kalian yang merasa pande2 samua nda bakal dapat masukan2 vulgar mengena model torang pe bage2.
BTW kalau di force pake nama asli, I will be the first to quit this msg board
Back to the topic,
Iko jo tu pilkada dan nanti lihat kalau terpilih apakah dengan money politik atau nda, tetap pilihan rakyat kalau KPU nda curang, gitu saja
Dpl. Ing Adano
TKI, European PP network
Genoa-Geneva-Paris
Jago ni berita manado pe wacana
Tiada yg mustahil bagi Tuhan
sekarang kita setuju pa adano, sapa yg mo pilih pa dia di minahasa…, paling2 ppembaca pande yg asli yg mo pilih pa dia, tp kalo domisili di minahasa…
whahahah..hiiii
sekarang kita setuju pa adano, sapa yg mo pilih pa dia di minahasa…, paling2 ppembaca pande yg asli yg mo pilih pa dia, tp kalo domisili di minahasa…
whahahah..hiiii
KNAPA HARUS MARAH2 , SMUA ORANG BOLEH BA KOMENT!!!
NGANA SENDIRI PEMBACA PANDE YG ASLI , NDA PAKE NAMA SANDIRI..
NGANA PASTI SALAH SEORANG PANJILAT REKTOR, MO NAEK JABATAN STOU…
Wkwkekwk
pembaca pande palsu p nama asli mapala itu. pak rektor cuma mo picah tatawa kwa baca komentar bagini. bacirita di warong kopi jo kalo cuma dari gosip nda jelas bagini
Ambil contoh samua pa EE Mangindaan…..Luar Biasa dan Sulut perlu berbangga….ada yang bisa ditelasdani di tingkat Nasional: Menanjak step by step dari tangga paling bawah…kemudian jadi Gubernur, Lalu Jadi Menteri dan sekarang Menteri Perhubungan…..Congratulation Pak EE Mangindaan, Mengharumkan nama Sulut di Kabinet SBY sekarang ini…..Mari kita semua dukung dalam doa agar supaya Tuhan Tetap memberi kesehatan, kekuatan, ketenangan ketekunan, ketabahan, keuletan dan Hikmat Sorgawi, kepada Pak EE Mangindaan (dan keluarga) sebagai Menteri Perhubungan. Congratulation Pak EE Mangindaan.
Doa yang sama juga kita panjatkan bagi Gubernur kita Dr SHS untuk membawa Sulut makin maju dan menghasilkan lebih banyak putra daerah mengikuti jejak EE Mangindaan di Nasional dan reputasi Internasional Dr SHS sebagai Gubernur Sulut…Tuhan Memberkati. Musti baku baku tongka dengan baku beking pande torang samua. Jangan baku baku cungkel toch?…..Ikutoi Slogan.
Boleh usul ke BeritaManado.com?…Bagusnya kwak, kalau para pemberiu komentar, tulis nama asli, gentleman no…..kalau pakai nama samaran….bisa menjebak orang dan tidak gentle dan sportif…orang Manado bilang…nyanda Tuama…Orang Indonesia bilang , Ksatria….
Sah – sah saja bagi siapapun yg mo ba calon. sekalian “Tes Pasar” Pak Rektor? hehehe
betul itu bung hengky,semakin tinggi puncak pohon semakin kuat pula puncak pohon itu bergoyang apabila ditiup oleh angin.SEtau qt pak Rektor nda ada ‘musuh’ dgn org di luar Unsrat kecuali mahasiswa yg so alumni krna dapa skors tuh hari,apalagi beliau bukan tipe org pencari masalah.lia jo lawan pilrek di pemilihan tuh hari,samua ada jabatan kecuali tuh kumaat.padahal tuh lawan2 tuh hari yg ada jabatan sekarang beberapa so nda mo bpilih sbantar.qt leh heran dgn dp pola pikir mar so itu yg bking org senang sama dgn bung hengky ada komen.apalagi Prof. Donald sama sekali nda pernah bcrta soal wacana ini,nintau depe wacana dan pasangan muncul darimana leh kng tiba2 mo maju kng so bakupasang dgn bung Viktor.so bcrita konga leh kalo so bgni.hahahahaha……
pembaca pande,pake ontak ngana kalo pake nama.memang qt nda ada hak mo larang p ngana pake ini istilah “pembaca pande” mar darisini so dapa lia ngana memang provokator sejati dari/orang unsrat yang memang nda senang sekali dengan kepemimpinan pak Rektor sekarang.kalo ngana p komen bgtu silahkan mar pake nama ASLI kwa,sapa mo larang p ngana. dapa lia ngana memang satu rang dgn pemerhati unsrat yg dari dulu mmg sakit hati terus p Prof. Donald,so sama dgn Kara yg kase komen salah2.apa kata ini ‘berita nda MASIH akal’,baru jo ketik salah2,apalagi mo suruh tuh laen2.
lia Prof Sondakh dengan Hengky Pomantow pake nama asli,kase komen positif lagi.manjo babataruh jo kalo pasangan ini cuma mo dapa 0.5%.so asbun kng bogo2 leh tambah lagi provokator leh stel2 mo bawa suara rakyat….. s____ masyarakat
Pembaca, jangankan 0.5 persen, 25 persen saja nda ada investor yang mau mo buang2 tu 30-60m..
Itukan baru batas wacana, tapi kalau bener kenapa tidak, toh Pak Donald Rumokoy setahu saya orangnya cerdas dan tanggap, mau melihat kebawah.so Bravooo. Pak Donald.
Makin tingginya suatu pohon makin banyak angin yang akan menerpanya,tetapi setinggi apapun pohon itu lebih tinggi pohon bukit Saleng yang senantiasa kekar selamanya.- sekali lagi. Bravo Pak Rektor.
Pasti kalo jadi akan mendapat 0,5 persen dari suara pemilih
Kita so lupa di Nats mana ada bilang: Kalau mau sukses pada ha;l ha;l yang besar musti sukses dulu pada hal hal yang keciil. Prof Rumokoy so ‘sukses’ sebagai Rektor Unsrat, Drs Mailangkay so sukses sebagai “politisi”….Ayo…majulah..GBU…syalom.
Excellent kalau Prof Rumokoy dengan Victor Mailangkay maju Pilgub.Posytivenya bagi Unsrat ialah dambaaan beliau berdua akan merupakan motivasi kuat bagi mereka berdua untuk: Prof Rumokoy harus benar benar membenahi Unsrat membawanya menjadi “Excellent”, demikian juga Pak Victor membantu Istri tercintanya membenahi baik2 Fakultas Hukum kearah sebagai Fakultas yang bergengsi, bewibawa dan tinggi kepercayaan publik. Beruntung mereka punya keinginan itu toch?.. Sah sah saja, apalgi tentu dukungan finansial dari para sponsor tentu sangat lumayan karena penelitian saya, diperlukan spo nsor yang bisa memobilisr dana Antara Rp 30 – 60 milyard untuk bisa memenangkan Pilgub. Jadi…yang laeng2 biar lei professor atau apa, kalau tidak terdukung dana, probability suksesnya akan kecil. Figur memang membantu tetapi menghjadaip konsituen yang pragmatis dan so “market oriented”, bertarung ke Pilkada adalah juga suatu “spekulasi besar”. Musti tali panjang. Dan tentu Rumokoy Mailangkay, disamping Figurnya “hebat hebat” so pasti dorang punya tali panjang. ( Catatan. Kita memang so jadi “kolumnist amateur” dalam menikmati masa persiapan Purnabakti saya (yang dipercepat berkat bantuan Rektor Unsrat). Syalom.
Berita nda masih akal…..
Lucu skali
Rupa bagus