Manado – Puluhan warga Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara, mendatangi DPRD Sulawesi Utara, mempertanyakan pembangunan gardu induk Saluran Udara tegangan Tinggi (SUTT) oleh pihak PLN di desa tersebut. Puluhan warga yang melakukan aksi unjuk rasa damai di Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), di Manado Kamis, diterima anggota DPRD Benny Rhamdani, Edwin Lontoh, Jhon Dumais dan Ayub Ali.
Deisi salah seorang warga dalam membacakan pernyataan sikap antara lain mengatakan, saat pembelian tanah kepada masyarakat, pembeli dalam hal ini PLN mengutarakan akan membangun perumahan. “Namun kenyataannya, izin pelaksanaan untuk pembangunan gardu induk SUTT,”katanya.
Dia mengatakan, sebelum pelaksanaan pembangunann tersebut tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Nanti saat dilakukan pembangunan tersebut baru dilakukan sosilisasi,” katanya. Dia mengatakan, pembangunan gardu induk tersebut tepat berada di pemukiman warga, daerah areal pertanian warga. Lokasi pembangunan gardu induk tersebut juga ditutupi, atau dipakai penghalang pagar pembatas. “Pelaksanaan pembangunan tidak melibatkan masyarakat dalam hal pekerjaaan dan lain-lain,” katanya.
Anggota DPRD Benny Rhamdani mengatakan, persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut sangat serius. “Ini merupakan masalah serius yang harus ditangani DPRD. Akan meminta supaya DPRD segera mengagendakan rapat dengar pendapat dengan mengundang pihak PLN, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara , Kepala Desa serta perwakilan dari warga,” kata Rhamdani.(dan)
