
Minahasa, BeritaManado.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa lewat Bupati Royke Octavian Roring dan Wakil Robby Dondokambey menyatakan komitmen melestarikan Danau Tondano sebagai sumber penghidupan masyarakat.
Sejak menahkodai Minahasa pada September 2018, berbagai upaya baik lobi-lobi ke pemerintah pusat maupun sinergitas dengan pemerintah provinsi tak henti diusahakan.
Dan, hasil tidak mengkhianati usaha.
Kini, Danau Tondano diguyur berbagai program kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten dengan tujuan merevitalisasi dan menyelamatkan Danau Tondano sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Sejak dicanangkannya gerakan Lumeos in Lour Toudano oleh Pemkab Minahasa pada 6 Januari 2020, terjadi gerakan yang kemudian melibatkan berbagai elemen pemerintah dan masyarakat agar peduli Danau Tondano.
Dimulai dengan pengangkatan Eceng Gondok pertama kala itu, masyarakat berbondong-bondong ambil bagian.
Pengangkatan eceng gondok juga ditunjang berbagai peralatan berat oleh pemerintah kabupaten berupa excavator, pemerintah provinsi dengan excavatordan watermaster serta excavator dari PT PLN sebagai BUMN yang memanfaatkan Danau Tondano sumber pembangkit listrik.
Kemudian dengan inisiasi gubernur dan bupati, pada 29 September 2020 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basuki Hadimuljono meninjau langsung lokasi Revitalisasi Danau Tondano.
Mochamad Basuki diterima langsung Royke Oktavianus Roring.
Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan berbagai usulan menyangkut Danau Tondano termasuk fasilitas penunjangnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Strategis Nasional (KSN).
Selain pembersihan danau, Menteri Basuki menyatakan pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan dalam revitalisasi Danau Tondano adalah pembangunan tanggul pembatas badan air sepanjang 18 Kilometer.
“Ditargetkan pembangunan tanggul seluruhnya selesai dalam waktu tiga tahun ke depan, atau paling lambat 2024. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp1 triliun,” kata Mochamad Basuki.
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Sungai Tondano yang mengalir ke badan air Danau Tondano.
Biaya pengerjaannya sebesar Rp108,6 miliar dengan masa pelaksanaan 2016-2018.
Pada 2019, pelaksanaan revitalisasi dianggarkan Rp10 miliar diantaranya untuk pembangunan tanggul pembatas badan air danau sepanjang sekitar 108 meter.

Pada 2020, pekerjaan revitalisasi dilanjutkan dengan pembangunan tanggul sepanjang 270 meter.
Selain pembangunan tanggul, turut dilaksanakan penataan sempadan, pembangunan cekdam sedimen hulu inlet, dan pembangunan drainase lokasi prioritas.
“Termasuk di bidang Cipta Karya akan dilakukan penataan kawasan, agar tidak timbul kawasan di sekitar danau dan dapat menjadi alternatif kawasan wisata selain KSPN Likupang, termasuk dengan memanfaatkan keberadaan ruas tol Manado-Bitung yang baru diresmikan dengan exit dari Airmadidi,” terang Basuki.
