
Manado – Pembanggunan infrastruktur Sulawesi Utara tampaknya akan terus dipacu. Pemerintah melalui Gubernur Sulut Dr. Sinyo Hary Sarundajang berencana akan melakukan reklamasi seribu hektar Pantai Kema dan reklamasi itu akan menggunakan anggaran APBN. Dari hasil reklamasi itu akan dapat dibangun 200 sampai 300 pabrik.
Yang menarik rencana reklamasi pantai Kema yang disampaikan Sarundajang ternyata tidak diketahui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi J. E. Kenap, ia mengaku tidak tahu soal proyek reklamasi pantai Kema tersebut. Saat ditanya wartawan BeritaManado terkait rencana reklamasi tersebut Kenap mengatakan, “ah itu bukan kewenangan pa kita itu,” katanya.
Sarundajang menegaskan bahwa Sulut saat ini menjadi daerah yang diperhatikan (pusat) karena hasil dari kerja keras. Apalagi saat ini Sulut masuk dalam koridor empat Sulawesi sebagai koridor pengembangan ekonomi dalam masterplan M3EI.
“Bitung merencanakan reklamasi seribu hektar, tentu berdasarkan tata ruang dan aturan yang berlaku. Pantai Kema sampai Girian itu ternyata memenuhi syarat untuk direklamasi karena ternyata dasarnya sudah seperti tanah, tidak ada biota laut,” ujar Sarundajang.
Lebih jauh Gubernur terbaik se Indonesia ini menambahkan bahwa, “itu tanah torang bajalang sampai tiga ratus meter cuma sampai didada (tinggi air lautnya) orang dewasa, dan saya sudah lihat dan buktikan. Nah kalau itu sudah direklamasi, ada dua ratus sampai tiga ratus pabrik bisa berdiri disitu, nah ini pun masih memerlukan saran dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi)”. (jrp)

Kalau sudah direklamasi baru trg mo tutup so percuma…lebih baik cegah dulu kalau org Minahasa lebih baik di tingkatkan dulu dari sumber daya manusia kwalitas pendidikan ditingkatkan, tingkatkan sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata..jgn dulu bicara industri diseluruh dunia industri yg paling diuntungkan dalah pengusaha yg notabene adalah orang dari luar karena warga Minahasa pada umumnya belum siap jadi pengusaha2 besar utk saat kondisi yg cocok yaitu tingkatkan mutu pendidikan, pertanian, perkebunan (cengkih, pala, kelapa) dan pariwisata klo bisa beking sama deng bali…utk Industri belum waktunya karena lihat jo depe contoh pabrik2 besar yg ada di Sulut sekarang sapa punya yg paling banyak adalah orang dari luar… warga Minahasa hanya menjadi buruh kecil..
cuma sekedar pendapat.. qt le dalam hal ini nda sedang memuji SHS, mar…
menurut ngoni SHS nda mempertimbangkan perihal “pencemaran lingkungan” soh??
menurut qt sih, semuanya itu (seharusnya) telah dipikir baik-baik secara matang. Bisa saja pabrik yang didirikan tidak berkenaan dgn pencemaran lingkungan (laut terlebih khususnya)..
tapi masyarakat kita juga cerdas.. kita lihat perkembangannya, kita pantau.. jika meresahkan masyarakat, langsung kita sikat tuntas pemerintah kita!!! I Yayat U Santi!!
Karena bukan cuma pemerintah yang mau Bumi Nyiur Melambai kita berkembang. Masyarakat juga mau, dan masyarakat juga cerdas.
ini gubernur so mulai dapa binci. Reklamasi kiri kanan Karna Dia tau Presiden cuman mo iyo-iyo akang dp mau karna dia sebagai gubernur yang terpercaya se-Indonesia boar dp ending-endingnya samua UU yang berkaitan dgn lingkungan di IGNORE!
Stiap kali Press Conference bicara tentang global warming. Stiap kali kunjungan luar negri datang, kase buku ttg alam dan lautnya Sulut! Stiap kali MICE ttg lingkungan hadir di Indonesia, di selanggarakan di Sulut! Stiap kali diwawancarai ttg solusi mendongkrak wisman Sulut bilang ‘ohh obyek wisata msh kurang, musti tambah’ mar kalu reklamasi selalu di targetkan obyek wisata.
Kenapa HARUS reklamasi so tuh Boulevard?? Kenapa nda rombak tuh pemukiman di Boulevard 1 & 2 kong disitu yang didirikan Mega Mall, Mantos, dan Marina?? dengan bagitu warga Manado msh ada torang pe Boulevard.
My friends, klu orang Indonesia nda tegaskan peraturannya sendiri, SIAPA LAGI?!??
Joshua Pangkerego WAKE UP!! Jangan ngana tekeng pongo.
astaga,,,,, Gawat Kadis PU bagini…..seharusnya secara detail dia tau…..
KEPARAT……!!!!
CARI TEMPAT LAIN FOR PABRIK IKAN DAN PABRIK INDUSTRI LAINNYA!
RAKYAT DI AREA KEMA JADI KORBAN
JANGAN ADA LAGI PEMBODOHAN BERTOPENG BARBY
NAJISSSSS….!!!
DI SULUT INI, MASIH BANYAK PULAU2 YANG KOSONG!
KIAPA NYANDA KEMBANGKAN PULAU INDUSTRI?
SAYA JUGA BISA MARAH DAN MAKI KEPARAT !!!
Gila tu rencana. Pabrik bekeng di lahan reklamasi? Sedangkan beking di lahan stabil masih ja bermasalah tu pengelolaan limbah. Kong sekarang? Heran kita ada gubernur pe cara berpikir model bagini.
?
Non capisco niente
?
di pantai kalasey…..dilarang reklamasi…..kenapa di pantai kema bisa? dulu msm dilarang skrg tidak dilarang lagi, malahan sudah berproduksi,,,,,hsl kajian dpd ri saat sosialisasi uu n0 39 ttg hak asasi manusia….. paling banyak langgar adlh kegiaatan di seputaran pertambangan…..hhhhhhhhh. pak 01 tolong tinggalkan pada masy sulut n citra sulut adalah provinsi ramah lingkungan……… bravo shs shs “membangun tanpa korupsi”……
Selamat datang di awalnya era penghancuran linkungan Sulut..
Daratan di dibikin kubangan ex tambang, pantai2 di reklamasi, dan laut dan karang2nya di sampahin..
Saat beginian tidak akan muncul pahlawan lingkungan..
Biasanya pahlawan lingkungan akan muncul sesudah lingkungannya rusak!
Rupanya negara kita ini yang memiliki luas hapmpir 2juta km2 lagi kekurangan daratan macam Singapore.
Darat di rubah jadi danau atau laut/danau dirubah jadi darat mempunyai efek lingkungan yang sama besar..
Bukannya ini kontradiksi dengan CTI?
Selamat, bapak sebentar lagi di angkat jadi pahlawan reklamasi dunia