
Sonder, BeritaManado.com – Kekayaan potensi pariwisata Kabupaten Minahasa tergolong unik dan memiliki magnet kuat untuk menarik minat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Salah satu yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Leilem Kecamatan Sonder yaitu objek wisata alam Rano Raindang.
Bukan air terjun, pantai atau sungai, namun sebuah pesona alam yang terintegrasi langsung dengan perut bumi dengan potensi energi beraroma belerang.
Namanya adalah objek wisata alam Rano Raindang yang beberapa waktu lalu diserbu oleh ratrusan wisatawan dari negeri tirai bambu Tiongkok.

Lokasinya memiliki waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Manado dan memiliki karakteristik sebagai sungai dengan air panas yang letaknya bersebelahan dengan Danau Linow di Kelurahan Lahendong Kota Tomohon.
Adapun suhu air yang terdapat di beberap titik bisa mencapai 90 derajat celcius, namun ada beberapa bagian dari objek wisata ini bisa dibuat untuk arena mandi oleh wisatan.
Untuk bagian-bagian tertentu yang memiliki risiko tinggi, pengelola sudah memasang tanda agar wisatawan atau pengunjung untuk tidak memasukinya.

Opening dari objek wisata ini ditandai dengan sebuah festival yang digelar beberapa waktu lalu sebagai ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Minahasa.
Dari kejauhan mata memandang, objek wisata alam Rano Ranidang ini memunculkan kesan kebesaran Sang Pencipta, dimana pesonanya lahir dari dalam perut bumi sebagai daya tarik utamanya.
Dalam rencana pengembangan kedepan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Thelma Lapian, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya kreatif masyarakat untuk kemajuan objek wisata alam Rano Raindang.
(Frangki Wullur)
