Kota Manado

Rangkaian Kegiatan Learning IPM in Manado 2023 di RSUP Kandou Sukses Digelar

Rangkaian Kegiatan Learning IPM in Manado 2023 di RSUP Kandou Sukses Digelar
Learning IPM in Manado 2023 yang digelar di RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, sejak tanggal 1-6 Agustus 2023, bertujuan untuk memperkenalkan, sekaligus menambah wawasan ilmu, dan mempertajam skill intervensi nyeri.

Manado, BeritaManado.com – Rangkaian kegiatan Learning IPM in Manado 2023 yang digelar di RSUP Prof Dr R D Kandou Manado berlangsung sukses.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 1-6 Agustus 2023 ini bertujuan untuk memperkenalkan, sekaligus menambah wawasan ilmu, dan mempertajam skill intervensi nyeri.

Selanjutnya peserta kegiatan ini adalah para dokter umum, perawat, maupun dokter spesialis dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki minat khusus dalam manajemen nyeri secara multi disiplin.

ADVERTISEMENT

Simposium dan workshop dengan harapan meningkatkan kualitas manajemen nyeri pada pasien menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Learning IPM in Manado 2023.

Rangkaian Kegiatan Learning IPM

Workshop yang dilaksanakan di Bagian Forensik RS Prof Dr R D Kandou Manado dan diikuti oleh 5 peserta menjadi pembuka kegiatan di hari pertama.

Di sini, peserta secara bergantian melakukan penyuntikan langsung pada cadaver dengan panduan fluoroscopy.

Penyuntikan ini bertujuan untuk memasukkan obat yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri atau obat anti inflamasi.

Kemudian pada hari kedua, sebanyak 8 peserta mempelajari teknik penyuntikan dengan panduan ultrasound.

Penyuntikan dilakukan langsung pada cadaver, serta peserta juga memperdalam teknik menggunakan ultrasound pada probandus/orang coba.

Selanjutnya di hari ketiga, sebanyak 22 peserta mengikuti workshop injeksi langsung ke cadaver pada otot, serta tulang dan sendi dengan panduan ultrasound yang juga digelar di Bagian Forensik RS Prof Dr R D Kandou.

Agenda di hari keempat, yakni simposium, di mana dilaksanakan di Gedung BLU RS Prof Dr R D Kandou.

Simposium mengenai manajemen nyeri ini dilakukan secara daring dan luring hingga siang hari.

Berbagai topik menarik pun dibawakan oleh para ahli mengenai nyeri dengan pendekatan secara holistik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop untuk para dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.

Workshop spesialis bertemakan “Basic Knee and Shoulder Intervention Workshop” ini diikuti oleh 26 peserta daring dan 18 peserta luring.

Sedangkan workshop untuk dokter umum dan residen bertemakan “Pain Management Training Workshop” diikuti oleh 16 peserta luring dan 40 peserta daring.

Sementara untuk workshop perawat, peserta diperkenalkan pada berbagai fungsi keperawatan pada manajemen nyeri pasien.

Sementara itu di hari kelima diadakan bakti sosial bertempat di Gedung Pusat Jantung – Pembuluh Darah dan Otak RS Prof Dr R D Kandou.

Sejumlah 18 pasien dengan keluhan nyeri di berbagai bagian tubuh mendapat layanan pemeriksaan yang komprehensif dari para dokter spesialis.

Tak hanya itu, pasien juga menjalani pemeriksaan menggunakan ultra sound, serta penyuntikan obat yang bertujuan mengurangi nyeri dengan panduan ultrasound dan fluoroscopy.

Lanjut kegiatan lain yang dilakukan di hari kelima ini adalah dalam rangka soft opening Manado Pain Rehab Center.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama RSUP Prof Dr R D Kandou Manado yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto Sp BTKV (K) Thorax.

Hadir juga Plt Kepala Instalasi CVBC, dr Rigel Kent Paat Sp BTKV FICS, Ketua KSM Rehabilitasi Medik RSUP Kandou Manado dan Koordinator Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr dr Joudy Gessal Sp KFR MS (K), Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Kandou Manado, Dr dr Theresia Isye Mogi Sp KFR KR (K) SH MKes, Ketua PERDOSRI cabang Sulawesi-1, dr Christopher Lampah Sp KFR, dan Dr Theresia C T Novy Sp KFR MKes FIPP CIPS selaku staf Rehabilitasi Medik dan expert di bidang Interventional Pain Management.

Sementara Direktur Jehezkiel Panjaitan menyampaikan terima kasih dan bangga atas kegiatan tersebut.

Terutama dengan dibukanya klinik nyeri, kata dia, menambah fungsi pelayanan yang ada di Sulawesi Utara.

Dengan demikian, manajemen nyeri bagi penderita kronik atau yang berkepanjangan dapat langsung berobat ke klinik nyeri.

“Klinik nyeri ini ditunjang dengan SDM berkualitas. Sangat diharapkan ke depan dapat berkolaborasi dengan bagian-bagian terkait lainnya,” jelas dr Panjaitan yang mewakili Dirut RSUP Kandou.

Di lain pihak, Theresia C T Novy selaku staf Rehabilitasi Medik dan expert di bidang Interventional Pain Management mengatakan, Manado Pain Rehab Center ini bertujuan untuk melayani pasien-pasien dengan keluhan nyeri yang berlangsung lama atau sekitar tiga bulan lebih, bahkan yang sudah sepuluh tahun lebih dan belum tertangani.

“Manado Pain Rehab Center yang background-nya adalah dari Ilmu Kedokteran fisik, ingin berbagi untuk bisa melayani pasien dengan lebih baik lewat intervensi nyeri, khususnya interventional pain management yang berpandu dengan ultrasound,” jelasnya.

“Seperti kasus nyeri bahu, siku, tanganhit, lutut, engkel, tulang belakang, saraf kejepit, sakit kepala, bahkan cancer pain dan auto imun bisa dilayani dengan lebih baik karena memakai Interventional Pain Management tadi,” tambahnya.

Adapun di hari terakhir ditutup dengan kegiatan bakti sosial di Bunaken.

Para pasien dengan keluhan nyeri akan mendapatkan pemeriksaan dan sekaligus penanganan nyeri.

Terapi yang diberikan dapat berupa obat minum maupun penyuntikan obat untuk mengurangi nyeri.

Sementara Learning IPM in Manado 2023 akan menjadi ajang yang dilaksanakan secara kontinu dan diharapkan dapat membawa kemajuan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Utara.

(***/jenly)