
Penulis: Tim Redaksi
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus pada 17 September 2026 menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus mendoakan keberlanjutan pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.
Yulius Selvanus lahir pada 17 September 1963. Dengan demikian, usia 63 tahun yang dirayakannya pada 2026 memiliki keunikan tersendiri karena angka usianya sama dengan tahun kelahirannya. Data identitas dalam dokumen putusan pengadilan mencantumkan Yulius Selvanus lahir pada 17 September 1963.
Bagi Pdt Renata Th. Ticonuwu, STh, MTh, kesamaan angka tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk dimaknai secara positif, terlebih dalam perspektif budaya Minahasa.
Menurut Renata, angka 63 dapat dikaitkan dengan angka sembilan karena enam ditambah tiga menghasilkan sembilan. Dalam penyebutan masyarakat Minahasa, angka sembilan dikenal sebagai makasiouw.
“Angka 63 tahun bagi Gubernur Yulius merupakan hal yang spesial untuk disyukuri. Enam ditambah tiga menjadi sembilan, yang dalam budaya Minahasa dikenal sebagai makasiouw,” ujar Renata.
Pegiat budaya Minahasa itu menilai momentum ulang tahun Gubernur Yulius tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan doa bagi perjalanan pengabdiannya dalam memimpin Sulawesi Utara.
Sebagai tokoh agama, Renata mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk mendoakan agar Gubernur Yulius diberikan kesehatan, kekuatan dan hikmat dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah.
Ia berharap berbagai gagasan pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah daerah dapat diterjemahkan menjadi program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Banyak ide cemerlang yang sudah digagas Gubernur YSK. Gagasan yang brilian ini harus dapat direalisasikan oleh instansi terkait, bahkan didukung pemerintah daerah kabupaten dan kota,” katanya.
Menurut Renata, pembangunan Sulawesi Utara membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai elemen sosial memiliki peran dalam menjaga agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pesan itu menjadi relevan dengan sejumlah agenda yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pada 2026, Yulius antara lain menekankan transformasi ekonomi, penguatan investasi, ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
Di sektor investasi, Yulius mendorong percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI pada 15 September 2026.
Sementara di sektor pertanian, pemerintah provinsi mendorong modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas. Pada Juli 2026, Yulius menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian serta benih jagung untuk pengembangan lahan seluas 2.910 hektare di Minahasa. Bantuan tersebut mencakup 43 ton benih jagung.
Penguatan pembangunan juga diarahkan ke wilayah kepulauan. Yulius mendorong kebijakan afirmatif yang mempertimbangkan karakter geografis Sulawesi Utara, termasuk kebutuhan konektivitas, infrastruktur dasar, ekonomi maritim dan pelayanan publik di wilayah kepulauan.
Data perekonomian terbaru yang disampaikan pemerintah juga menunjukkan ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 5,42 persen secara year on year. Sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang penting pertumbuhan tersebut.
Bagi Renata, berbagai agenda pembangunan tersebut membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga Sulawesi Utara untuk tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial di daerah tersebut.
“Rakyat Sulawesi Utara harus kompak membantu pemerintah dalam membangun Bumi Nyiur Melambai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta hubungan harmonis di tengah keberagaman suku dan ras yang ada di Sulawesi Utara.
“Yang harus terus kita jaga adalah kebersamaan, terutama kerukunan antarumat beragama serta persatuan antarsuku dan ras yang ada di Sulawesi Utara,” kata Renata.
Menurutnya, pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan akan lebih mudah dicapai apabila berlangsung dalam suasana masyarakat yang aman, rukun dan saling mendukung.
Memasuki usia 63 tahun, Yulius Selvanus diharapkan dapat terus mengawal berbagai agenda pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat.
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, momentum HUT tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan doa agar kepemimpinan Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay dapat terus diarahkan pada pembangunan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.
