
Rakor Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Minahasa
Tondano, BeritaManado.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus melakukan terobosan guna mengembangkan potensi di sektor pariwisata.
Melalui agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Minahasa yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (5/10/2023) kemarin, lahirlah beberapa poin penting sekaligus menjadi rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Dr Drs Dolfie Kuron MBA, kepada BeritaManado.com, mengatakan bahwa pihaknya telah mengagendakan untuk menggali unsur-unsur yang menjadi kearifan lokal masyarakat Minahasa.
“Ini menyangkut ciri khas yang ada di masyarakat Minahasa baik yang berwujud benda maupun tradisi budaya, semuanya akan dikemas dalam satu produk pariwisata,” ungkap Dolfie Kuron.
Ditambahkannya, bahwa Minahasa membutuhkan jiwa kreativitas dari masyarakat untuk membuat produk-produk pariwisata berwujud benda seperti souvenir, aksesoris dan lain sebagainya yang mengandung tema Minahasa.
“Produk pariwisata seperti ini nantinya bisa dibeli oleh wisatawan yang datang ke Minahasa dan dibawa pulang ke negara mereka. Namun untuk produk pariwisata yang tidak berwujud benda hanya bisa dirasakan wisatawan saat berkunjung ke Minahasa melalui keterlibatannya dalam atraksi budaya masyarakat lokal,” ujarnya.
Pada bagian yang sama usai Rakor tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Riviva Maringka MSi pada kesempatan tersebut memberikan dukungan atas segala sesuatu yang sudah direncanakan oleh Disbudpar Minahasa.
“Kita membutuhkan sebuah sinergitas antara pemerintah dan juga masyarakat dalam membangun fondasi yang kuat bagi upaya pengembangan sektor pariwisata di Minahasa. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya pemerintah akan terasa pincang,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr Lynda Watania MM MSi mengungkapkan harapannya, agar hasil rakor tersebut segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
“Kita harus punya keinginan yang kuat untuk melakukan sebuah terobosan. Dalam hal ini, kita harus segera melakukan tindakan nyata untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minahasa menjadi sebuah produk pariwisata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” harapnya.
(Frangki Wullur)
