Amurang—Keluhan belum tersedianya Pupuk Urea untuk Minahasa Selatan, lebih khusus petani di Kecamatan Modoinding, Maesaan, Tompasobaru hingga Ranoyapo serta kecamatan lainnya. Sebetulnya, hal diatas ada. Bahkan, melalui Pelabuhan Umum Amurang sendiri mengaku kalau pihak pabrik Pupuk Urea telah menghubunginya apakah bisa menyediakan gudang.
Pelaksana Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Belang di Amurang, Kiki Talumewo melalui Max Poluakan mengaku sebetulnya pihak pabrikan Pupuk Urea sudah beberapa kali menghubungi soal minta disediakan gudang. ‘’Hanya saja, Pelabuhan Umum Amurang belum bersedia. Sebab, kondisi Pelabuhan Umum Amurang kan baru beberapa bulan beroperasi. Bahkan, operasi secara penuh saja belum,’’ kata Poluakan.
Menurut Poluakan lagi, bila hal diatas sudah tersedianya gudang sebagai penampung barang-barang. Termasuk pupuk dan lain sebagainya, maka pihak pelabuhan akan menyanggupi masuk pupuk di Amurang dan Minsel secara umum.
‘’Jadi, belum adanya ketersediaan puppuk Urea, padahal banyak sekali permintaan petani di Minsel. Namun, hal diatas belum bisa dilakukannya. Ditambah lagi, kondisi Pelabuhan Umum Amurang, masih resmi menggunakan Pelabuhan Belang-Mitra. Padahal, Amurang-Belang sudah berbeda Kabupaten,’’ jelasnya.
Ditambahkannya, kalaupun pemerintah Minsel serius menyediakan lahan. Kan masih ada lahan kosong yang belum dibayar. Siapa tahu, kalau sudah dibayar (pembebasan, red). Maka, soal gudang itu akan terealisasi segera.
‘’Dan permintaan pabrikan pupuk Urea atau jenis pupuk lainnya termasuk distributornya akan masuk di Minsel melalui Pelabuhan Umum Amurang. Kita lihat saja, kalaupun sampai tahun ini masih kurang ketersediaan pupuk, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Minsel,’’ ungkap Poluakan. (and)

