Berita Utama

PT MSM, PWI Sulut, Yayasan Serat & AWDi Sulut Gelar Workshop Tambang

Peta wilayah pertambangan di Sulut (foto beritamanado)
Peta wilayah pertambangan di Sulut (foto beritamanado)

MINUT – Potensi pertambangan Sulawesi Utara, harus dikelola dan dimaksimalkan, sepanjang memerhatikan keberlangsungan lingkungan, termasuk mampu memberdayakan masyarakat lokal.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, DR. SH Sarundajang, ketika menerima Tim Kerja Workshop ” Pengelolaan Pertambangan Sulawesi Utara, Berbasis Pelestarian Lingkungan dan Kepekaan Sosial.”

Tim Kerja Workshop yang terdiri atas Reiner Emyot Ointoe, Rizal Layuck, Vocke Lontaan, Aswin Lumintang dan Hery Inyo Rumondor, melaporkan kesiapan workshop, sekaligus meminta agar Sarundajang, tampil sebagai keynote speech.

”Workshop seperti ini, perlu dilaksanakan, bukan hanya sekali, namun kalau perlu, hingga tiga atau empat kali, agar supaya, wartawan mendapatkan pemahaman cukup terkait pertambangan,” ujar Sarundajang.

Menurut pemegang gelar doktor Universitas Gajah Mada ini, daerah Sulawesi Utara sangat kaya akan potensi tambang. Apabila ini dimaksimalkan, akan sangat mampu membawa Sulawesi Utara mantap secara ekonomi.

”Asalkan, pengelola pertambangan, benar benar memerhatikan dan menjaga keberlangsungan lingkungan. Karena lingkungan juga sangat penting bagi manusia. Karena itu, teman teman wartawan jangan sungkan menyikat yang tidak memedulikan lingkungan,” katanya lagi.

Dilain pihak, Gubernur Sulut dua periode ini meminta agar media juga bersikap fair, jika ada perusahaan tambang yang dikelola dengan baik dan mengutamakan prinsip prinsip sustainable environmental.

Workshop Pengelolaan Pertambangan Sulawesi Utara, Berbasis Pelestarian Lingkungan dan Kepekaan Sosial ini sendiri, adalah kerjasama PT Meares Soputan Mining (MSM), PWI Sulut, Yayasan Serat Manado dan AWDI Sulut.

Tampil dalam workshop ini sebagai pembicara pertama, adalah Ir. FB. Tamon, Msi, Kepala Dinas ESDM Prov.insi Sulut, dengan topik Potensi dan Peluang Sumber Daya Mineral Sulawesi Utara, dimoderatori oleh Michael Umbas, praktisi komunikasi.

Pembicara kedua, DR. Denny Karwur, SH, MH, Pakar Hukum Lingkungan yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsrat membawakan topik Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah Pusat & Daerah, dengan moderator, Marcel Maramis, SH, Sekretaris Jenderal Lembaga Adat  Brigade Manguni (BM) & Dosen Fakultas Hukum Unsrat.

Sementara,  Joutje Kumayas, Ketua PWI Sulawesi Utara membawakan materi Fungsi dan Peran Pers Terhadap Investasi.

Terkelin Purba, President Director PT MSM & PT TTN, Geologist, & Responden Fraser Institute Canada akan memaparkan  Investasi, Regulasi dan Tanggungjawab Sosial. Reiner Emyot Ointoe, Direktur Yayasan Serat Manado, akan menjadi moderator

Pembicara terakhir, David Sompie, President Director PT NMR, mengusung topik Tanggungjawab Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, Studi Kasus PT Newmont Minahasa Raya, yang domoderatori Rizal Layuk, Wartawan Kompas.

Workshop ini dilaksanakan Jumat (17/05/2013) besok, di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, tanpa dipungut biaya, mulai pukul 09.00 wita, dirangkaikan dengan pemberian kartu dan sertifikat Uji Kompetensi Wartawan yang dilaksanakan oleh PWI Sulawesi Utara, dan pelantikan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia Sulut. (*)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara