Minahasa

Proyek Provinsi di Minahasa Diduga Terkait Pilkada

Tondano – Banyaknya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Minahasa akhir-akhir ini oleh Pemerintah Provinsi seperti pembangunan jalan disinyalir sejumlah kalangan masyarakat merupakan strategi Pemprov karena terkait pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah tersebut. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil menegaskan hal itu tidak ada kaitannya dengan Pilkada Minahasa.

“Bertepatan saja dan itu tidak disengaja, ini perhatian sesuai dengan banyaknya permintaan masyarakat untuk perbaikan-perbaikan jalan dan sebagainya, dimana daerah lainnya juga dapat tidak semua ke Minahasa. Pembagiannya merata dan proporsional, bukan karena ada Pilkada,” ujar Kansil.

Ia mencontohkan saja untuk anggaran APBN di Sulut terbesar ada di Bolaang Mongondow dibanding dengan daerah lain, hal itu dikarenakan perwakilan daerah lainnya tidak ngotot memperjuangkan anggaran pembangunan khususnya APBN. Untuk anggaran APBN sendiri menurut Kansil yang ditemani Sekprov Ir Siswa Rachmad Mokodongan mengatakan hal tersebut menjadi wewenang pemerinta Provinsi untuk mengatur secara proporsional.

“Bolaang Mongondow yang terbesar dibanding daerah lainnya di Sulut, nah itu karena daerah lain tidak ngotot (memperjuangkannya) khusus infrastrukturnnya di APBN,” ujarnya lagi.

Menurut dia, anggaran APBN dan APBD adalah anggaran pusat yang nantinya akan diatur oleh pemerintah Provinsi dimana Provinsi merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah. Pembagian secara proporsional itu salah satunya dilihat dari segi jumlah penduduk dan kebutuhan infrastruktur didaerah. (Jrp)

9 tanggapan untuk “Proyek Provinsi di Minahasa Diduga Terkait Pilkada”

  1. orang tmhn…………… orang minahasa juga tidak bodoh pasti yang di pilih bukan anaknya gub…….
    X-Man………. SVR harus malu …sebenanrnya SVR harus malu dimana ?? justru kita rakyat yang perlu menyikapi hal ini karena ternyata kebijakan dan pembangunan samua tergantung suka2 shs… karna ada kepentingan baru di perhatikan kalau tdk pasti lewat…. Baca koment dari gerard sedang apbd so di meja gub tapi tdk di tandatangani.itu artinya menghambat pembangunan…..

  2. SHS salalu membo– rakyat banyak contoh apa yang dia nda suka pasti dia akan hambat pembangunanya. Kalo skarang danah turun atas nama kepentingan rakyat kenapa jalan2 di kabupaten minahasa induk tdk di perhatikan. Skarang anaknya ikut bertarung danah pembangngunan ikut bertarung ini kwa kampaye terselubung.. Sama waktu is mau coba2 month masuk calon wawali di tomojon kalo is jadi APBD tomohon lancar… Tapi dayang masyarakat tmhn tidak bodoh… Di tolak. Skarang masuk di minahasa… Terlalu serakah

  3. masa cuma daerah yg berjuang tuk dpt bantuan pembangunan yg di utamakan seharusnya pemerintah turun langsung ke lapangan liat diamana daerah2 yang tertinggal kususnya transpotasi biar lancar soalnya ekonomi lancar klo transportasinya lancar,,,

  4. Proyek propinsi cepat2 masuk minahasa, kong tu APBDP minahasa gub blum ttd padahal so satu bulan di meja gub. Apa SHS pe mau? Nanti masy yg menilai. Beginikah mental pemimpin yg katanya sukses? SHS lama2 ttd berarti SHS smentara menghambat pembangunan di minahasa. Kong ley kwa kyapa dari dulu minahasa ndak dapa jatah pembangunan? Nt so dekat2 ada kepentingan kong action. Masyarakat so ndak bodok!!!!

  5. bodok tu rakyat minahasa klu nda bersyukur dgn banyaknya pembangunan yg masuk diMinahasa, apa krn mau pilkada kong musti tunda tu pembangunan?

  6. biar jo for kepentingan yang penting minahasa somo lebe bagus

    harusnya pak bupati malu dan berterima kasih karena ini minahasa terkesan terjadi pembiaran selama kepemimpinan SVR

  7. ….. bilang joh kwa butul…. kiapa nusti sambunyi 2… samua kwa so tau itu bantuan dari propinsi pasti ada imbal balik deng pilkada….

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara