Berita Utama

Projo Sulut, Aliansi Kabasaran dan Tokoh Adat Minahasa Kecam Pelapor Presiden Jokowi ke KPK

Projo Sulut, Aliansi Kabasaran dan Tokoh Adat Minahasa Kecam Pelapor Presiden Jokowi ke KPK
Ketua DPD Pro Jokowi (Projo) Sulawesi Utara (Sulut) Vebry Tri Haryadi bersama Ketua Umum Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI), Stephen ‘Babe’ Liow, dan tokoh adat Minahasa John Hes Sumual

Manado, BeritaManado.com — Ketua DPD Pro Jokowi (Projo) Sulawesi Utara (Sulut) Vebry Tri Haryadi bersama Ketua Umum Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI), Stephen ‘Babe’ Liow, dan tokoh adat Minahasa John Hes Sumual mengecam pelaporan terhadap Presiden Jokowi, Ketua MK, Wali Kota Solo dan Ketum PSI ke ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Menurut pimpinam Ormas Politik, Aliansi Kabasaran dan Tokoh Adat di Nyiur Melambai tersebut, pelaporan yang dilakukan oleh Erick Samuel Paat, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) di KPK pada Senin (23/10/2023) adalah hanya mencari panggung semata.

“Baru nama saja tim pembela demokrasi, apakah demokrasi itu perlu dibela ? Ah, ini orang terlihat dungu dan bodohnya. Dan hanya mencari panggung dan perhatian saja. Kalau dari nama marganya jelas itu marga di Sulawesi Utara, artinya Erick Samuel Paat ini musti belajar lagi soal demokrasi dan hukum itu. Jangan buat malu kita semua orang Manado,” kata ketiganya.

Selain itu disampaikan Ketua Projo Sulut, dalam memdekati Pemilu tahun 2024 jelas ada saja manuver untuk menjatuhkan lawan politik dengan berbagai cara, semisal dengan yang dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan tergabung dalam Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).

“Jika kordinator timnya itu seorang praktisi hukum atau pengacara, maka jelas cuma dua hal. Pertama memang dungu alias tidak mengetahui bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu final dan mengikat, yaitu putusan yang langsung mempunyai kekuatan hukum tetap dan tidak ada upaya hukum, serta mengikat artinya dapat langsung dilaksanakan dan mengikat semua pihak. Kedua TPDI ini adalah perpanjangan lawan politik yang sasarannya untuk menciptakan opini publik negatif terhadap Presiden Jokowi, Ketua MK, Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep,” jelas Vebry Tri Haryadi yang juga Advokat ini.

Menutup hal itu, Stephen ‘Babe’ Liow dan John Hes Sumual selaku tokoh Adat Minahasa menantang Erick Samuel Paat, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) untuk datang ke Manado.

“Saya menantang si Erick Samuel Paat datang ke Manado, bisa apa sih orang seperti dia itu ? Ini mainan politik picisan dan jorok. Semua juga mengetahui bahwa laporan itu hanya sebatas aduan yang tidak bisa ditindak lanjuti, itu laporan dari orang- orang dungu, dan kami mengecam orang seperti mereka itu,” ujar Stephen ‘Babe’ Liow dan John Hes Sumual.

(***/Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara