Bitung – Program Selamatkan Yaki terus berupaya menjangkau semua kalangan untuk ikut ambil bagian dalam konservasi salah satu satwa khas Sulawesi Utara, Macaca Nigra atau dengan sebutan nama lokal yaki. Seperti kegiatan workshop program selamatkan yaki khusus untuk hamba-hamba Tuhan yang digelar di GMIM Sentrum Kota Bitung, Selasa (8/9/2015).
Menurut Education Officer Program Selamatkan Yaki, Yunita Siwi, kegiatan workshop iniadalah satu acara baru bagi pendeta dan Hamba Tuhan yang ada di Kota Bitung, Lembeh dan Airmadidi. Dengan tujuan mengidentifikasi hubungan antara Kekristenan dan konservasi, mengawali pengembangan materi konservasi yang bisa diterapkan gereja, dan (Sylabus untuk anak sekolah minggu) serta memulai kolaborasi kegiatan konservasi dengan gereja-gereja di Kota Bitung dan sekitarnya.
“Disadari peran gereja dalam konservasi sangat penting dimana umat manusia telah diberikan tanggung jawab untuk mengelola bumi sejak manusia pertama diciptakan. Peran gereja disini juga adalah untuk lebih mengingatkan dan memotivasi umat menurut firman untuk bersama melestarikan alam ciptaan Tuhan,” kata Siwi.
Dalam workshop para pendeta dan Hamba Tuhan diberikan bekal mengenai konservasi umum dan khusus tentang yaki dan etika lingkungan dan kekristenan serta hak-hak Binatang. Dimana tampil sebagai pembicara Dekan III UKI Tomohon, Jelty Ochotan Pembantu dan Stephan Lentey dari Macaca Nigra Project.(abinenobm)

