
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Dewan Penasehat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sulawesi Utara (Sulut) dan Manado, Taufik Tumbelaka menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPR RI Christiany Eugenia Paruntu (CEP) terkait persoalan pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Pulau Bunaken.
Dalam surat tertanggal 3 Agustus 2026, Taufik mengaku merasakan langsung dampak pemadaman saat menghadiri Pesta Rakyat Bunaken yang digelar mahasiswa KKN UGM pada 31 Juli 2026 lalu. Menurutnya, pembukaan acara sempat terganggu akibat padamnya aliran listrik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman diduga dipicu kerusakan pada genset utama dan genset cadangan. Kondisi tersebut disebut bukan kali pertama terjadi dan telah lama dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari serta usaha pariwisata di Bunaken.
Selama berada di Bunaken selama dua hari satu malam, Taufik mengaku turut merasakan ketidaknyamanan, mulai dari AC yang tidak berfungsi hingga harus menggunakan lampu ponsel saat malam hari akibat listrik padam.
Karena itu, ia meminta Christiany Paruntu sebagai mitra kerja PLN di DPR RI turun langsung ke Bunaken untuk melihat kondisi di lapangan. Selain itu, ia mengusulkan pengadaan sedikitnya dua genset baru, masing-masing sebagai unit utama dan cadangan, guna menjamin keandalan pasokan listrik.
Menurut Taufik, perbaikan pasokan listrik sangat penting untuk menjaga citra Bunaken sebagai destinasi wisata internasional serta melindungi keberlangsungan usaha masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Kepada BeritaManado.com, Taufik yang juga pengamat politik dan pemerintahan Sulut ini mengatakan, CEP sendiri telah merespon surat aspirasi tersebut.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil kita di DPRD RI ibu CEP yang telah menerima dan mau langsung merespon surat terbuka saya. Dalam waktu singkat, surat aspirasi saya langsung direspon dan beliau berjanji akan meneruskan aspirasi ke pihak yang dimaksud,” tutup Taufik.
