
Manado – Menarik pada peresmian Siloam Hospitals Manado, Jumat (1/6) malam, Presiden Lippo Grup, Theo Sambuaga, mengucapkan terima-kasih kepada Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang. Menurut Sambuaga, SHS-lah yang memberikan motivasi dan dorongan sehingga rumah-sakit internasional Siloam dibuka di Kota Manado.

“Terima-kasih kepada semua masyarakat Sulut, terutama kepada Gubernur SHS yang telah memberikan motivasi dan dorongan. Kadang-kadang tarikan, bahkan memaksa, sehingga SHS berhasil memaksa Siloam untuk membuka rumah-sakit di Manado ini. Terima-kasih kepada bapak Gubernur beserta seluruh jajaran pemerintahan di Sulawesi Utara,” tutur Presiden Lippo Theo Sambuga.
Gubernur Sarundajang dalam sambutannya juga mengucapkan terima-kasih kepada Grup Lippo yang telah melakukan investasi ditandai dengan pembukaan Siloam Hospitals Manado. Rumah-sakit ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk pelayanan yang lebih cepat dan canggih.
“Terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak James Riady, kepada Presiden Lippo, karena daripada saya mencari-cari investor di luar negeri yang banyak persyaratan, lebih baik kita manfaatkan investor merah-putih. Ada beberapa investor merah-putih yang sudah masuk di Sulut yang sudah kita rasakan bersama-sama,” ujar Sarundajang.
Sarundajang juga mengingatkan kepada masyarakat Sulut untuk memanfaatkan rumah-sakit Siloam. “Rumah-sakit ini juga akan melayani pasien Jamkesmas, Jamkesda, dan pembiayaan dengan fasilitas pemerintah lainnya,” tukas Sarundajang. (jerry)

depe judul “jago bapaksa” hehe kalu nyandak paksa, bemana eh mo kapan lagi SULUT punya RS bertaraf Int’l? napa hele RS pemerintah so dapa kritikan pedas dari anggota dpr ri yang katanya kalo anda ingin tidak sehat, datang jo ke rs malalayang. uuups…jang tersinggung e rakyat Sulut.
Betulkan
James Riady: Pemerintah Terlambat Naikkan Harga BBM
Zulfi Suhendra – detikFinance
Jakarta – Kalangan pengusaha yang mewakili kelas atas Indonesia, punya sikapnya sendiri terkait rencana pemerintah menaikan harga BBM. Bagi pengusaha, pemerintah dianggap telat menaikkan harga BBM karena seharusnya sudah dilakukan 1,5 tahun lalu.
“Saat ini, terlambat, semestinya satu setengah tahun yang lalu, sudah dilakukan. Penurunan (subsidi) harga dan sebagainya,” kata pemilik Lippo Grup James Riady dalam acara ‘Gowes CEO’ di Eco Park, Ancol, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Menurutnya berbicara soal BBM bukan hanya bicara soal energi, namun juga menyangkut ketahanan dari keuangan nasional. Masalah BBM ini, lanjut James, jika tidak ada solusi yang pas akan berdampak negatif terhadap iklim usaha dan investasi di Indonesia yang kian membaik.
“Solusi yang pas ini ya harus menekankan disiplin fiskal, disiplin fiskal itu kan banyak nggak mesti hanya kenaikan BBM, walaupun pengurangan subsidi harus, tapi kan bisa ikat pinggang di sisi sisi lain, di pengeluaran pemerintah juga peningkatan daripada iklim usaha supaya kegiatan ekonomi meningkat,” jelas James.
Ia sendiri berkeyakinan mayoritas masyarakat Indonesia memahami kenaikan harga BBM. Namun lagi-lagi saat ini waktu yang tepat untuk menaikkan BBM, sayangnya ia tanpa menjelaskan lebih lanjut.
“Mungkin sebagian besar masyarakat kita menyetujui, hanya timing-nya. Kedua tahapannya, ketiga diimbangi dengan program-program apalagi gitu, karena dari segi disiplin fiskal harus dilakukan penyesuaian harga,” katanya.
Sebagai pengusaha James sangat yakin jika harga BBM terpaksa dinaikkan maka imbasnya tak terlalu signifikan bagi dunia usaha. “Saya kira tidak mempengaruhi,” katanya.
James Riady: Pemerintah Terlambat Naikkan Harga BBM
http://jakartapost.blogspot.com/2012/03/inti-net-james-riady-pemerintah.html
walahuallam
Kapitalis Riady.hatihati kaya biasanya jatuh di parampuang
judulnya ituloh.,..terkesan bagemana begitu..,.