Kota Bitung

Polda Sulut Kerahkan Personel dan Peralatan untuk Penanganan Dampak Banjir Bandang di Sitaro

Polda Sulut Kerahkan Personel dan Peralatan untuk Penanganan Dampak Banjir Bandang di Sitaro
Personel Polda Sulut menuju Siau

Manado, BeritaManado.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mengintensifkan dukungan penanganan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dengan mengirimkan personel, peralatan, dan kendaraan ke lokasi bencana.

Berbagai upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, pemulihan, dan bantuan terhadap masyarakat terdampak.

Banjir bandang terjadi di Pulau Siau sejak dini hari pada Senin, 5 Januari 2026, dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.

Material lumpur dan batuan dilaporkan menutup akses jalan dan menyeret bangunan warga, sehingga merusak infrastruktur dan memutus jalur komunikasi.

Hingga kini korban jiwa terus bertambah, dengan laporan terakhir mencatat puluhan orang meninggal dunia, puluhan luka-luka, serta beberapa masyarakat masih dinyatakan hilang.

Sebagai bentuk response, Polda Sulut melalui markasnya memberangkatkan 204 personel gabungan yang terdiri dari satuan Brimob, Samapta, Polair, Dokkes, dan Humas ke Kepulauan Sitaro sejak 5 Januari 2026.

Personel ini diterjunkan bersama anggota Polres Kepulauan Sitaro, instansi terkait, dan relawan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan.

Tugas mereka mencakup evakuasi warga terdampak, pencarian korban hilang, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta dukungan layanan kesehatan.

Selain pasukan personel, Direktorat Samapta Polda Sulut juga mengirimkan sejumlah kendaraan dan peralatan SAR yang dibutuhkan di lapangan.

Perlengkapan yang diberangkatkan mencakup bulldozer RCU, mobil SAR, kendaraan K9, truk angkut personel, mobil double cabin, sepeda motor trail, serta tim pengawalnya.

Personel yang membawa peralatan ini juga membawa bantuan sembako sebanyak 200 paket yang disiapkan oleh Kapolda Sulut.

Pengiriman peralatan dan personel dilakukan melalui Pelabuhan Bitung dengan pengawalan dari Ditlantas Polda Sulut.

Kepala Direktorat Samapta, Kombes Pol Moh. Zamroni menyatakan bahwa kehadiran peralatan berat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan.

“Kendaraan dan peralatan yang kami kirim akan membantu kegiatan penanganan dampak bencana di Sitaro,” ucapnya, sembari menekankan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak musibah.

Upaya penanganan bencana ini dilakukan serentak dengan koordinasi pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BNPB, serta lembaga terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sitaro sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 5 Januari 2026, guna memperkuat respons darurat di lapangan dan mempercepat bantuan kepada masyarakat.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara